Pemprov DKI Klaim Sudah Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang di Jakarta

Pemprov DKI Klaim Sudah Perbaiki 6.000 Jalan Berlubang di Jakarta

--

radarpena.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan penanganan terhadap ribuan jalan berlubang yang muncul akibat tingginya intensitas hujan di wilayah ibu kota.

“Untuk sekarang ini, Dinas Bina Marga sudah melakukan (perbaikan) hampir 6.000 lubang yang ada di Jakarta, kemarin kami sudah hitung,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Utara, Jumat.

Meski demikian, Pramono menjelaskan bahwa perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara. Ia menyebutkan, perbaikan permanen akan dilakukan setelah kondisi cuaca membaik dan curah hujan menurun.

Seiring dengan kondisi tersebut, Pramono juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melintas di sejumlah ruas jalan di Jakarta yang terdampak kerusakan.

“Saya juga meminta kepada para pengendara agar berhati-hati di Jakarta karena memang di beberapa jalan itu, akibat curah hujan yang terus-menerus, jadi berlubang,” ujar Pramono.

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menyampaikan bahwa sejak awal Januari 2026, pihaknya telah menangani sekitar 6.000 titik jalan berlubang di berbagai wilayah Jakarta.

Peningkatan jumlah titik kerusakan tersebut terjadi dibandingkan Desember 2025, seiring dengan tingginya curah hujan yang mengguyur ibu kota dalam beberapa waktu terakhir.

“Yang sudah kita tangani, udah kita TL (tindak lanjut) ada 6.000-an,” ungkap Heru. Ia menegaskan bahwa proses perbaikan jalan dilakukan secara berkelanjutan setiap hari.

“Kita berjalan terus. Begitu ada lubang, tutup. Ada lubang, tutup,” tutur Heru.

Heru menambahkan, seluruh pekerjaan perbaikan dilakukan secara mandiri tanpa melibatkan pihak ketiga. Penanganan jalan rusak dikerjakan langsung oleh satuan tugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta yang dikenal sebagai Pasukan Kuning, dengan dukungan ketersediaan material yang telah dipersiapkan.

“Pengadaan material selalu ada. Kami taruh di gudang. Begitu ada jalan rusak, langsung kami tindak lanjuti, yang kerja adalah Pasukan Kuning,” papar Heru.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat jenis aspal yang sepenuhnya mampu bertahan terhadap kondisi hujan, genangan air, serta beban kendaraan berat. Menurutnya, air hujan dapat melemahkan daya ikat aspal sehingga mempercepat kerusakan jalan, terutama pada ruas yang sering dilalui kendaraan bermuatan besar. 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait