Pantura Nyaris Mulus! Menteri PU Sebut Lubang Sisa 1 Persen, Tapi Pengendara Motor Wajib Waspada Hal Ini
Menteri PU klaim perbaikan lubang Pantura sisa 1 Persen. - Dok. Sigit Nugroho - --
Radarpena.co.id - Kabar gembira bagi kamu yang sering melintasi jalur legendaris Pantai Utara (Pantura) Jawa! Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, membawa angin segar terkait kondisi infrastruktur jalan nasional paling sibuk di Indonesia ini. Progres perbaikan jalan berlubang di sepanjang jalur Pantura kini sudah memasuki babak akhir dan nyaris tuntas 100 persen.
Pemerintah bergerak cepat membenahi akses vital ini demi menjamin kelancaran mobilitas warga dan logistik nasional. Namun, di balik mulusnya aspal yang kini mencapai angka 98 hingga 99 persen, ternyata masih ada ancaman tersembunyi yang mengintai para pengguna jalan, terutama bagi kamu yang hobi mengendarai roda dua. Apa saja tantangannya? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Update Terbaru: Jalan Berlubang di Pantura Sisa 1-2 Persen Saja!
Menteri PU, Dody Hanggodo, memberikan kepastian bahwa tim di lapangan telah bekerja ekstra keras untuk menambal ribuan titik kerusakan. "Kalau jalan berlubang di Pantura Insya Allah sudah hampir tuntas, sisa perbaikan hanya sekitar 1 persen sampai 2 persen saja," tegas Dody saat ditemui di kantor Kementerian PU, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Angka ini menunjukkan penurunan yang sangat drastis. Perlu kamu tahu, sebelumnya titik lubang di Pantura sempat mencapai 7.000 titik. Namun, per 2 Maret 2026, jumlahnya menyusut ke angka 2.500 titik, dan kini tinggal menyisakan angka minimalis sebelum puncak arus mudik Lebaran 2026 mendatang. Pemerintah menargetkan jalur ini benar-benar bebas lubang atau zero pothole dalam waktu dekat.
Biang Kerok Kerusakan: Truk ODOL dan Cuaca Ekstrem Masih Menghantui
Meski aspal terus diperbaiki, Menteri Dody tidak menutup mata terhadap penyebab utama kenapa jalur Pantura sering sekali rusak. Faktor pertama yang paling merusak adalah kendaraan berat yang melanggar aturan muatan atau yang sering kita kenal dengan istilah Over Dimension and Over Load (ODOL).
“Kendaraan besar yang over dimension dan over load itu yang mempercepat kerusakan jalan. Beratnya beban yang melintas membuat aspal tidak berumur panjang,” ujarnya. Selain beban kendaraan, faktor alam seperti curah hujan yang tinggi juga menjadi tantangan besar. Air hujan yang meresap ke dalam retakan aspal dengan cepat menciptakan lubang-lubang baru yang membahayakan.
Untuk mengantisipasi hal ini, Kementerian PU telah menyiagakan petugas lapangan atau penilik jalan. Satu petugas bertanggung jawab mengawasi ruas sepanjang 10 hingga 25 kilometer dan melakukan pengecekan harian. Jika ditemukan kerusakan sekecil apa pun, tim teknis akan langsung bergerak melakukan penanganan darurat sebelum kerusakan semakin melebar.
Fokus Keselamatan Pemotor: Waspadai Celah Jembatan yang Melebar
Ada satu catatan penting dari Menteri PU yang wajib kamu perhatikan, khususnya bagi para pengendara sepeda motor. Selain fokus pada lubang jalan, pemerintah kini tengah memelototi kondisi jembatan, terutama pada bagian sambungan atau expansion joint.
Dody mengungkapkan bahwa banyak sambungan jembatan yang mulai merenggang atau melebar. "Bagi pengemudi mobil mungkin hanya merasa tidak nyaman, tapi kalau motor lewat situ sangat bahaya, bisa jatuh," ungkap Dody. Oleh karena itu, seluruh balai jalan diperintahkan untuk segera memperbaiki sambungan jembatan tersebut demi meningkatkan standar keselamatan bagi semua jenis kendaraan.
Target Besar: Standar Jalan Nasional Akan Ditingkatkan
Ke depan, Kementerian PU berambisi menaikkan standar kualitas jalan nasional di seluruh Indonesia. Tujuannya agar jalanan kita tidak hanya kuat menahan beban kendaraan roda empat atau lebih, tetapi juga memberikan rasa aman yang maksimal bagi pengendara sepeda motor. Program pelapisan ulang (overlay) dan peningkatan konstruksi pada titik-titik kritis menjadi langkah jangka panjang agar jalur Pantura tetap kokoh dan nyaman dilalui.
Bagi kamu yang berencana melakukan perjalanan dalam waktu dekat, tetaplah waspada dan selalu pantau kondisi fisik kendaraan. Meskipun jalan sudah hampir mulus, faktor cuaca dan perilaku berkendara tetap menjadi kunci keselamatan di jalan raya. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: