Kantornya Digeledah Kejati, Menteri Dody Hanggodo Ngaku Stres Sampai Sakit Perut
Menteri PU Dody Hanggodo - Sigit Nugroho - --
Radarpena.co.id - Kabar mengejutkan datang dari lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Tanpa ada peringatan atau pemberitahuan sebelumnya, tim penyidik dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi Gedung Kementerian PU untuk melakukan penggeledahan besar-besaran. Aksi "ujuk-ujuk" ini pun tak pelak membuat suasana di kementerian menjadi tegang dan penuh tekanan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, secara blak-blakan mengungkapkan kondisi psikologisnya yang sangat tertekan akibat peristiwa tersebut. Kejadian yang berlangsung secara tiba-tiba ini nyatanya memberikan dampak kesehatan yang nyata bagi sang menteri. Bayangkan saja, di tengah padatnya tugas negara, kabar penggeledahan ini justru menghantam jantung kementerian tanpa aba-aba.
"Sakit Perut Terus," Curhat Menteri Dody Soal Tekanan Mental
Menteri Dody Hanggodo tidak menutupi rasa terkejutnya atas tindakan aparat penegak hukum tersebut. Ia mengaku baru mengetahui adanya penggeledahan saat proses hukum tersebut sudah berjalan di kantornya. Situasi yang penuh ketidakpastian ini membuatnya mengalami gangguan kesehatan fisik akibat tekanan mental yang hebat.
"Manakala mereka melakukan penggeledahan, itu juga ujuk-ujuk, saya juga nggak tahu. Sampai saya sakit perut terus. Saya stres waktu itu, saya juga stres, bukan saya senang-senang," tutur Dody saat memberikan keterangan di Gedung Kementerian PU, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Rasa bingung Dody semakin bertambah karena hingga saat ini pihak kejaksaan belum memberikan informasi resmi mengenai poin-poin hasil penggeledahan tersebut. Bahkan, dokumen krusial seperti Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pun belum ia terima, sehingga posisi kementerian dalam kasus ini masih menyisakan tanda tanya besar.
Kronologi Penggeledahan Ruang Pejabat Kementerian PU
Aksi penggeledahan oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ini sebenarnya sudah berlangsung pada Kamis, 9 April 2026. Tim penyidik menyasar sejumlah ruangan pejabat penting di lingkungan Kementerian PU. Langkah hukum ini merupakan bagian dari upaya penyelidikan mendalam atas dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di tubuh kementerian tersebut.
Meskipun Dody belum memegang rincian lengkap mengenai aktor atau detail perkara yang sedang disidik, tindakan ini mengonfirmasi bahwa ada masalah serius dalam tata kelola internal. Minimnya komunikasi antara penegak hukum dan pimpinan kementerian sebelum penggeledahan menunjukkan betapa rahasianya operasi penyelidikan ini dilakukan.
Mandat Presiden Prabowo: Bersih-Bersih Kementerian PU Tetap Jalan
Di tengah badai tekanan dan rasa stres yang menghimpit, Menteri Dody Hanggodo menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur untuk melakukan reformasi birokrasi. Ia menyatakan bahwa komitmen "bersih-bersih" di tubuh kementerian adalah mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan tanpa pandang bulu.
Bagi Dody, meski situasi saat ini sangat menyakitkan secara personal dan profesional, transparansi dan integritas tetap menjadi prioritas utama. Ia berkomitmen untuk terus menjalankan tugas pembenahan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bebas korupsi.
"Kalau masalah 'bersih-bersih', memang itu tugas yang diembankan oleh Pak Prabowo. Tapi kalau masalah aktor intelektual, mungkin sebaiknya saya tidak menyebutkan di depan publik," pungkasnya.
Publik kini menanti perkembangan kasus ini lebih lanjut. Apakah penggeledahan ini akan mengungkap skandal korupsi besar? Satu yang pasti, Menteri PU kini tengah berjuang memulihkan kesehatan mentalnya sekaligus memastikan operasional kementerian tetap berjalan di bawah pengawasan ketat aparat hukum. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: