Jakarta Terbuka untuk Pendatang Terampil: Tren Urbanisasi Turun

Jakarta Terbuka untuk Pendatang Terampil: Tren Urbanisasi Turun

Jakarta terbuka bagi pendatang dengan kemampuan dan keterampilan.--

radarpena.co.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa Ibu Kota tetap terbuka dan siap menyambut pendatang dari berbagai daerah. Namun, pemerintah mengingatkan bahwa kesiapan, terutama keterampilan, menjadi syarat utama agar bisa bertahan hidup di Jakarta.

“Pokoknya kalau tinggal di Jakarta, punya keterampilan satu saja, pasti bisa hidup di Jakarta,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Denny Wahyu dalam siniar yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Selain keterampilan, pendatang juga perlu memastikan tempat tinggal sebelum tiba di Jakarta. Hal ini berlaku meskipun mereka hanya berencana tinggal sementara di Ibu Kota.

Tak hanya itu, pelaporan kedatangan menjadi hal penting yang wajib dilakukan. Dengan melaporkan diri, data kependudukan Jakarta akan semakin akurat sehingga pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Terutama, dalam rangka agar penduduk Jakarta dapat dilayani layanan dasarnya dengan baik, termasuk pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya,” ujar Denny.

Ia menegaskan bahwa setiap pendatang, baik yang tinggal sementara maupun menetap, wajib melapor kepada pengurus RT/RW paling lambat 1x24 jam setelah tiba di Jakarta.

Imbauan tersebut telah diatur dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor SE/14/2026 tentang Imbauan Menjaga Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban Umum selama Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.

Untuk mendukung pendataan yang lebih efektif, Dukcapil DKI Jakarta telah menyediakan aplikasi datawarga yang dapat diakses oleh pengurus RT/RW melalui laman resmi. Selain itu, layanan jemput bola juga digelar di seluruh wilayah DKI Jakarta sepanjang April 2026 guna mempermudah proses administrasi kependudukan.

Di sisi lain, tren urbanisasi ke Jakarta menunjukkan perubahan signifikan. Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa jumlah pendatang pascalebaran mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.

urbanisasi di Jakarta, terutama pendatang baru pascalebaran, dua tahun terakhir ini, justru penurunannya lumayan,” kata Kepala Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto dalam siniar yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Data menunjukkan bahwa jumlah pendatang pada tahun 2024 turun sekitar 37,47 persen dibandingkan tahun 2023. Sementara itu, perbandingan tahun 2025 dengan 2024 juga menunjukkan penurunan sebesar 0,97 persen.

“Ini menandakan pola urbanisasi di DKI Jakarta, khususnya pendatang pada saat pascalebaran terjadi perubahan. Kalau sebelum tahun 2022, orang datang ke Jakarta biasanya sudah nekat,” ujar Denny.

Menurutnya, perubahan ini mencerminkan pola pikir pendatang yang kini lebih matang. Dalam dua tahun terakhir, mereka cenderung mempersiapkan diri lebih baik, termasuk memiliki keterampilan kerja dan rencana tempat tinggal sebelum datang ke Jakarta.

Dengan perubahan tren ini, Jakarta tidak hanya menjadi magnet urbanisasi, tetapi juga mendorong pendatang untuk datang dengan kesiapan yang lebih terencana dan realistis.

 

Tag:
jakarta, pendatang jakarta, urbanisasi, dukcapil dki, pascalebaran, keterampilan kerja, data penduduk, pemprov dki, layanan publik, migrasi kota

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait