Iran Ancam Blokir Total Jalur Laut Teluk Jika AS Tak Hentikan Blokade!

Iran Ancam Blokir Total Jalur Laut Teluk Jika AS Tak Hentikan Blokade!

Iran ancam tutup ekspor-impor di Teluk & Laut Merah jika blokade AS berlanjut.--

radarpena.co.id - Situasi di kawasan Timur Tengah kembali berada di ambang ketegangan tinggi. Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengeluarkan ancaman serius pada Rabu, 15 April 2026 untuk memblokir seluruh aktivitas ekspor dan impor di sepanjang Teluk, Laut Oman, hingga Laut Merah.

Langkah ekstrem ini merupakan respons langsung Teheran terhadap blokade angkatan laut yang Amerika Serikat lakukan di pelabuhan-pelabuhan utama Iran. Jika ancaman ini terwujud, jalur perdagangan energi dunia terancam lumpuh total.

Iran Sebut Blokade AS Sebagai Pelanggaran Gencatan Senjata

Mayor Jenderal Ali Abdollahi, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, menegaskan bahwa tindakan Amerika Serikat merupakan aksi ilegal yang memicu ketidakamanan bagi kapal komersial maupun tanker minyak mereka.

Melalui pernyataan yang dimuat Kantor Berita Fars, Abdollahi memberikan peringatan keras kepada pihak Washington:

"Jika AS yang agresif dan teroris terus melakukan tindakan blokade maritim ilegal dan menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal komersial dan tanker minyak Iran, langkah-langkah tersebut akan dianggap sebagai pendahuluan untuk melanggar gencatan senjata," tegas Ali Abdollahi.

Ia juga memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan tinggal diam. Jika tekanan tersebut terus berlanjut, mereka siap menghentikan semua arus logistik di jalur perairan strategis tersebut tanpa terkecuali.

AS Kerahkan Ribuan Pasukan Tambahan ke Timur Tengah

Di sisi lain, Washington justru menunjukkan tanda-tanda peningkatan kekuatan militer. Mengutip laporan dari The Washington Post, pemerintahan Presiden Donald Trump berencana mengerahkan sekitar 10.000 personel tambahan ke wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan.

Langkah ini kabarnya bertujuan untuk menekan Iran agar segera menyetujui kesepakatan guna mengakhiri konflik. Berikut adalah rincian pengerahan pasukan tersebut:

  • 6.000 Personel: Berada di atas kapal induk USS George H.W. Bush beserta kapal perang pendampingnya.

  • 4.200 Pasukan: Terdiri dari Boxer Amphibious Ready Group dan Unit Ekspedisi Marinir ke-11 Korps Marinir, yang diprediksi tiba akhir April.

Penambahan ini akan memperkuat 50.000 personel AS yang menurut Pentagon sudah berada di lokasi operasi.

Menanti Batas Waktu 22 April

Peningkatan suhu politik dan militer ini terjadi saat batas waktu gencatan senjata dua minggu semakin dekat, yakni pada 22 April mendatang. Sebelumnya, pembicaraan langsung antara kedua negara di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan, yang kemudian memicu AS memberlakukan blokade angkatan laut.

Laporan internal menyebutkan bahwa pemerintahan Trump tidak menutup kemungkinan untuk melakukan serangan udara atau operasi darat lebih lanjut jika gencatan senjata yang rapuh ini benar-benar runtuh.

Kondisi ini membuat pasar global dan stabilitas keamanan internasional berada dalam ketidakpastian tinggi menjelang akhir pekan ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait