Kapal Perang AS Terobos Selat Hormuz: Trump Klaim Mulai 'Bersihkan' Jalur Minyak Dunia
Militer AS resmi blokade pelabuhan Iran mulai Senin ini setelah negosiasi di Pakistan gagal.--
radarpena.co.id - Situasi di kawasan Timur Tengah mengalami perkembangan signifikan pada Sabtu, 11 April 2026. Dua kapal perang Amerika Serikat (AS) dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz.
Ini, menandai transit perdana armada militer Paman Sam sejak pecahnya perang dengan Republik Islam Iran. Langkah berani ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung di Pakistan.
Laporan dari The Wall Street Journal yang merujuk pada keterangan tiga pejabat AS menyebutkan bahwa kapal perusak rudal berpemandu milik Angkatan Laut AS melewati jalur air strategis tersebut tanpa kendala berarti.
Namun, operasi militer ini memicu perhatian khusus karena pihak AS sama sekali tidak melakukan koordinasi dengan otoritas di Teheran, sebagaimana dilaporkan oleh media Axios.
Donald Trump: Operasi Pembersihan Selat Hormuz Dimulai
Melalui platform Truth Social, Presiden Donald Trump mengonfirmasi pergerakan militer tersebut dengan nada yang sangat percaya diri.
Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat mengambil peran aktif untuk mengamankan jalur yang menjadi perlintasan bagi seperlima pasokan minyak mentah dunia.
“Kami sekarang memulai proses pembersihan Selat Hormuz,” tulis Trump. Ia bahkan menyindir negara-negara lain dengan menyebut tindakan ini sebagai “bantuan” kepada negara-negara seperti China, Jepang, dan Prancis yang menurutnya “tidak memiliki Keberanian atau Kemauan untuk melakukan pekerjaan ini sendiri.”
Meskipun armada perang AS berhasil melintas, Trump mengakui adanya ancaman dari ranjau laut yang Iran tebar di jalur pelayaran utama tersebut. Ia mengklaim bahwa posisi Iran saat ini sudah sangat terdesak atau “KALAH BESAR!” dalam konflik.
“Satu-satunya hal yang mereka miliki adalah ancaman bahwa sebuah kapal mungkin ‘terperosok’ ke salah satu ranjau laut mereka,” tambah Trump dalam unggahannya.
Dampak Blokade dan Upaya Perdamaian di Pakistan
Jalur pelayaran krusial di lepas pantai Iran ini praktis terhenti sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara masif ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu.
Blokade ini sebelumnya sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi dunia dan mengirimkan gelombang kejutan pada pasar energi global.
Pembukaan kembali Selat Hormuz memang menjadi syarat utama dalam kesepakatan gencatan senjata yang baru saja berlaku awal pekan ini.
Di saat kapal perang AS melakukan manuver di laut, para pejabat senior dari Amerika Serikat dan Iran justru sedang duduk bersama di meja perundingan di Pakistan pada hari yang sama.
Negosiasi di Pakistan bertujuan untuk menemukan solusi permanen guna mengakhiri kekerasan yang telah menjerumuskan Timur Tengah ke dalam krisis mendalam.
Trump juga mengklaim, tanpa memberikan rincian lebih lanjut, bahwa saat ini kapal-kapal tanker kosong sedang bergerak menuju Amerika Serikat dari berbagai penjuru dunia untuk melakukan pembelian minyak.
Hingga berita ini turun, para pejabat resmi di Washington belum memberikan komentar resmi kepada media mengenai laporan pergerakan kapal perang tersebut.
Langkah militer di Selat Hormuz ini diprediksi akan menjadi kartu truf dalam proses negosiasi damai yang tengah berlangsung di Islamabad.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: