Diultimatum Trump Soal Selat Hormuz, Iran Ancam Serangan Lebih Dahsyat
Iran kirim serangan rudal ke sejumlah kota di Israel.--
radarpena.co.id - Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat tajam.
Komando militer pusat Iran merespons keras ancaman Presiden AS, Donald Trump, yang berencana menyerang infrastruktur vital jika Selat Hormuz tidak segera dibuka.
Melalui pernyataan resmi yang disiarkan televisi pemerintah IRIB, juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam.
“Jika serangan terhadap sasaran sipil kembali terjadi, maka tahap berikutnya dari operasi ofensif dan pembalasan kami akan jauh lebih dahsyat dan meluas.”
BACA JUGA:Drama Penyelamatan Tergila! Kopilot F-15E AS Berhasil Dievakuasi dari Iran
Peringatan ini menjadi sinyal kuat bahwa konflik berpotensi meningkat ke skala yang lebih besar.
Ultimatum Trump soal Selat Hormuz
Sebelumnya, Donald Trump mengeluarkan ultimatum kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz — salah satu jalur distribusi energi terpenting di dunia.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump bahkan mengancam akan menyerang berbagai infrastruktur sipil seperti:
- Pembangkit listrik
- Jembatan
- Fasilitas vital lainnya
Ia menyebut bahwa serangan bisa dilakukan segera jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Selat Hormuz Jadi Kunci Konflik
Selat Hormuz memiliki peran strategis dalam perdagangan minyak global. Jalur ini dilaporkan terhenti sejak eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran pada akhir Februari.
Trump sebelumnya memberi tenggat waktu 10 hari bagi Iran untuk membuka jalur tersebut, sambil mengklaim bahwa negosiasi masih berlangsung.
Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam keras ancaman tersebut dan menyebutnya sebagai potensi kejahatan perang.
“Presiden AS secara terbuka mengancam menghancurkan infrastruktur penting bagi kehidupan sipil. Komunitas internasional harus segera bertindak sebelum terlambat.”
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: