Bangga, Putra Terbaik NTT jadi Salah satu Guru Besar Universitas Indonesia

Bangga, Putra Terbaik NTT jadi Salah satu Guru Besar Universitas Indonesia

Sosok Prof.Dr. Manasse Malo--

Pada tahun 1981-1982 ia terpilih menjadi Pembantu Dekan I FISIP UI, dan pada 1982-1988 ia diangkat menjadi Dekan FISIP-UI. Pada 1998 Manasse diangkat menjadi Guru Besar UI. 

 

Jabatan-jabatan lain yang pernah diembannya adalah Konsultan di BP3K (Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1978-1981 dan Konsultan pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) 1980-1981.

Manasse juga duduk dalam Yayasan Widuri dan STISIP "Widuri". Di sekolah ini, Manasse menjabat sebagai Ketua Program Studi Pasca Sarjana.

BACA JUGA:Rahasia Kulit Glowing Alami Tanpa Makeup: Tips Simpel yang Bisa Kamu Terapkan Sehari-hari

Terjun ke politik

Sejak masih menjadi mahasiswa Manasse telah aktif berpolitik. Ia pernah menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia serta menjabat sebagai sekretaris jenderal Pengurus Pusat organisasi tersebut pada 1965-1967.

 

Pada 1971-1997 Manasse menjadi anggota Golongan Karya. Pada 5 Agustus 1998 bersama-sama dengan sejumlah rekannya ia mendeklarasikan pembentukan PDKB dan terpilih sebagai ketua umum partai tersebut. Pada pemilihan umum 1999, Manasse terpilih sebagai anggota DPR yang mewakili daerah pemilihan Kabupaten Sumba Barat. Sebagai anggota DPR, Ia duduk sebagai anggota Komisi II.

 

Akhir hayat

Manasse meninggal dunia sekitar pk. 6.00 WITA di Waikabubak, Sumba Barat. Menurut rencana ia akan ke Bali dan bergabung dengan keluarganya di sana untuk menjadi wali dalam pernikahan keponakannya. Pada 5 Januari ia terkena stroke, mengalami koma. Nyawanya tidak tertolong.

Keluarga

Manasse Malo meninggalkan seorang istri, Tashya Umboh, dan dua orang anak, Graciana Malo Rompas dan Evert Malo. Anaknya yang ketiga, Yefta Malo, telah mendahuluinya pada tahun 2005. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait