7 Tradisi Paskah Paling Unik dari Seluruh Dunia: Mulai dari Perang Air Hingga Layang-layang
Ilustrasi festival layang-layang di Bermuda, yang menjadi salah satu tradisi paskah-Freepik-
Di Amerika Serikat, khususnya di Washington D.C., tradisi Paskah hadir dalam bentuk Easter Egg Roll. Diselenggarakan di halaman Gedung Putih sejak 1878, kegiatan ini melibatkan anak-anak yang menggulingkan telur rebus dengan sendok kayu besar.
Kegiatan ini dipercaya menggambarkan batu yang digulingkan dari makam Yesus saat kebangkitan-Nya. Selain nilai simbolis, acara ini juga menjadi momen ikonik yang mempertemukan keluarga dari berbagai penjuru negara.
BACA JUGA:Kumpulan Ucapan Selamat Paskah 2025 Penuh Makna, Cocok untuk Dibagikan ke Orang Tersayang
BACA JUGA:Rencanakan Ibadah Paskahmu! Jadwal Lengkap Misa Kamis Putih di Paroki-Paroki Jakarta Tahun 2025
5. Festival Layang-Layang di Bermuda
Bagi masyarakat Bermuda, Jumat Agung menjadi momen sakral yang diwarnai dengan menerbangkan layang-layang buatan tangan.
Layang-layang berwarna cerah ini dirancang dengan pola-pola rumit dan diterbangkan di pantai dan taman terbuka.
Kegiatan ini bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai simbol spiritual yang menggambarkan kenaikan Yesus ke surga.
Tradisi ini juga memperkuat ikatan keluarga dan komunitas dalam atmosfer yang hangat dan penuh harapan.
6. Melempar Pot Tanah Liat di Pulau Corfu, Yunani
Di Pulau Corfu, Yunani, masyarakat merayakan Paskah dengan melempar pot tanah liat dari balkon rumah ke jalan. Pot-pot yang diisi air ini menghasilkan suara keras saat pecah dan justru itu yang ditunggu-tunggu oleh para pengunjung.
Tradisi ini melambangkan pembuangan nasib buruk dan menyambut kehidupan baru dengan semangat optimisme. Pecahan pot dipercaya membawa keberuntungan, menjadikannya tradisi yang tak hanya menarik secara visual, tapi juga sarat makna.
7. Penyihir Kecil di Swedia & Finlandia
Di Swedia dan Finlandia, anak-anak merayakan Paskah dengan berdandan seperti penyihir kecil, lengkap dengan syal dan sapu.
Mereka berkeliling dari rumah ke rumah untuk meminta cokelat atau permen, serupa dengan perayaan Halloween.
Tradisi ini berakar dari legenda lama yang mengatakan bahwa para penyihir akan terbang ke Blakulla menjelang Paskah.
Meski kini lebih bernuansa ceria dan modern, kebiasaan ini tetap menjadi bagian penting dari budaya Paskah lokal.
BACA JUGA:Mengungkap Simbolik dan Arti dalam Misa Malam Paskah, Dari Kegelapan Menuju Terang
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: