Awas Dehidrasi! Pakar IPB Ingatkan Bahaya Minum Teh dan Kopi Saat Sahur, Tubuh Bisa Lemas Seharian
Ilustrasi kopi hitam tanpa gula-Freepik-
Radarpena.co.id - Pernahkah Anda merasa tubuh jauh lebih lemas dan cepat haus saat menjalani puasa, padahal sudah makan banyak ketika sahur? Hati-hati, mungkin kebiasaan minum teh atau kopi menjadi pemicunya. Memasuki bulan suci Ramadan, banyak dari kita yang sulit melepaskan ritual menyesap minuman berkafein ini. Namun, pakar kesehatan memberikan peringatan serius yang tidak boleh Anda abaikan jika ingin tetap bugar sampai waktu berbuka.
Guru Besar Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga IPB University, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan MS, membongkar fakta mengenai efek kafein bagi orang yang berpuasa. Menurutnya, kebiasaan ini perlu Anda pertimbangkan kembali, terutama karena dampak diuretiknya yang bisa menguras cairan tubuh lebih cepat dari biasanya.
Dampak Diuretik: Mengapa Kopi Bikin Anda Cepat Haus?
Banyak orang mengira minum kopi saat sahur bisa memberikan energi tambahan agar tetap melek. Faktanya, kafein yang terkandung di dalamnya justru merangsang ginjal untuk membuang urine lebih sering. Kondisi inilah yang kita kenal dengan istilah sifat diuretik. Saat Anda kehilangan banyak cairan lewat urine, risiko dehidrasi pun meningkat drastis di siang hari.
“Yang pertama kopi itu bersifat diuretik sehingga orang yang minum kopi akan lebih banyak mengeluarkan cairan via urine, teh itu juga mengandung kafein tetapi mungkin tidak setinggi kopi sehingga dampaknya terhadap sifat diuretik itu tidak sehebat seseorang minum kopi,” ujar Prof. Ali Khomsan kepada ANTARA, Senin (23/2/2026).
Meskipun konsumsi kedua minuman ini tidak mengganggu kesehatan secara total, efek buang cairan yang berlebihan akan membuat hidrasi tubuh terganggu. Bayangkan, Anda harus menahan haus selama lebih dari 12 jam, sementara tubuh Anda justru "dipaksa" membuang air lebih cepat karena pengaruh kafein tersebut.
Gangguan Tidur dan Siklus Istirahat yang Berantakan
Masalah tidak berhenti pada urusan buang air kecil saja. Kafein memiliki efek stimulan yang membuat seseorang tetap terjaga. Di bulan Ramadan, pola tidur kita sudah mengalami perubahan karena harus bangun lebih awal untuk sahur. Jika Anda tetap mengonsumsi kopi atau teh dalam jumlah besar, risiko gangguan tidur atau pola istirahat yang tidak ideal pun mengintai.
Tubuh yang kurang istirahat ditambah kondisi dehidrasi ringan akibat efek diuretik akan membuat Anda merasa lemas sepanjang hari. Ini tentu menghambat produktivitas, terutama bagi Anda yang tetap harus bekerja aktif meski sedang berpuasa.
Waspada Gula Tambahan dan Campuran Susu
Selain kafein, Prof. Ali juga menyoroti kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar menambahkan gula dalam jumlah banyak ke dalam gelas teh atau kopi mereka. Asupan gula tambahan yang berlebihan selama Ramadan bisa memicu masalah kesehatan lain di masa depan. Beliau menyarankan agar kita mulai mengurangi pemanis jika memang tetap ingin mengonsumsinya.
Bagaimana dengan tren kopi susu? Banyak yang mengira campuran susu bisa menambah nilai gizi. Ternyata, menurut Prof. Ali, susu dalam racikan kopi atau teh lebih banyak berfungsi untuk memuaskan cita rasa ketimbang memberikan manfaat gizi yang dominan.
“Oleh karena itu memang saya lebih menganjurkan kalau ketika Anda sahur, ketika Anda berbuka itu minum cairan-cairan lain, mungkin dampak terhadap problem yang dihadapi tidak terlalu besar,” kata Prof. Ali Khomsan menyarankan.
Solusi Hidrasi Terbaik Agar Puasa Tetap Segar
Lantas, apa yang harus Anda minum agar tidak cepat lemas? Fokuslah pada hidrasi alami. Air putih tetap menjadi pilihan utama yang paling aman bagi tubuh. Selain itu, Anda bisa mencoba jus buah tanpa gula atau air kelapa yang kaya akan elektrolit untuk menjaga keseimbangan cairan selama berjam-jam tanpa makan dan minum.
Jika Anda memang pencinta berat teh atau kopi, usahakan untuk tidak meminumnya saat sahur. Pindahkan jadwal ngopi Anda ke waktu setelah berbuka puasa, namun tetap dengan porsi yang terkendali agar tidak mengganggu kualitas tidur malam Anda. Ingat, menjaga kesehatan saat Ramadan adalah kunci utama agar ibadah bisa berjalan lancar tanpa gangguan fisik yang berarti.
Kandungan kafein dalam kopi dan teh memicu ginjal membuang urine lebih banyak (diuretik), yang berisiko menyebabkan dehidrasi dan tubuh lemas saat puasa. Sebaiknya ganti dengan cairan lain yang lebih menghidrasi saat sahur dan buka puasa. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: