Jangan Sampai Sia-sia! Simak Rukun Puasa Ramadan Lengkap dengan Dalil dan Penjelasannya

Jangan Sampai Sia-sia! Simak Rukun Puasa Ramadan Lengkap dengan Dalil dan Penjelasannya

Pahami rukun puasa Ramadan agar ibadah sah secara syariat. Simak penjelasan lengkap mengenai niat, hal yang membatalkan, hingga dalil Al-Qur'an dan Hadis.-Foto:Unsplash-

Radarpena.co.id – Menjalankan ibadah puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Agar ibadah tersebut sah dan diterima oleh Allah SWT, setiap Muslim wajib memahami rukun puasa Ramadan yang menjadi fondasi dasar dalam menjalankan kewajiban setahun sekali ini.

Kewajiban puasa Ramadan sendiri bersandar pada perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Dua Rukun Utama yang Menentukan Sahnya Puasa

Dalam fikih Islam, puasa baru dianggap sah jika memenuhi dua rukun utama. Jika salah satunya terabaikan, maka gugurlah nilai ibadah tersebut.

1. Niat di Malam Hari

Rukun pertama yang paling mendasar adalah niat. Niat merupakan bentuk kesungguhan hati untuk beribadah semata-mata karena Allah SWT. Sesuai dengan hadis riwayat Umar bin Khattab:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.”

Khusus untuk puasa wajib seperti Ramadan, Rasulullah ﷺ mewajibkan umatnya melakukan niat pada malam hari sebelum waktu fajar tiba, sebagaimana sabdanya:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

“Barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.”

2. Menahan Diri dari Segala yang Membatalkan

Rukun kedua adalah imsak atau menahan diri. Seorang Muslim harus menjaga dirinya dari segala hal yang dapat membatalkan puasa sejak azan Subuh hingga azan Magrib berkumandang. Hal ini mencakup makan dan minum dengan sengaja, muntah secara sengaja, hingga melakukan hubungan suami istri di siang hari.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: