Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah Jelang Idul Adha serta Tata Cara dan Keutamaannya
Niat puasa Tarwiyah dan Arafah jelang Idul Adha--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Islam memiliki kesempatan emas untuk meraih pahala besar melalui puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah.
Puasa Tarwiyah dan Arafah ini dilaksanakan pada dua hari terakhir sebelum Idul Adha dan sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang berhaji.
Apa Itu Puasa Tarwiyah dan Arafah?
Puasa Tarwiyah dilakukan pada tanggal 8 Dzulhijjah, yang merupakan hari ketika jamaah haji mulai mempersiapkan diri untuk wukuf di Arafah.
Istilah "Tarwiyah" berasal dari kata Arab yang berarti merenung atau mempertimbangkan, mencerminkan makna hari itu sebagai waktu untuk persiapan spiritual.
BACA JUGA:
- Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap Arab, Latin dan Artinya: Tuntunan Menurut Sunnah
- 3 Manfaat Berkurban di Idul Adha yang Patut Diketahui Setiap Muslim
- Hukum Ibadah Kurban Menurut 4 Mazhab: Sunnah atau Wajib? Ini Penjelasannya!
Sementara itu, puasa Arafah dilakukan sehari setelahnya, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hari ini merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji, yaitu wukuf di Padang Arafah.
Meskipun tidak sedang berhaji, umat Muslim di seluruh dunia dianjurkan menjalankan puasa Arafah karena keutamaannya yang luar biasa.
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Berikut adalah bacaan niat untuk masing-masing puasa sunnah tersebut:
Niat puasa Tarwiyah: Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala.
Niat puasa Arafah: Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: