Keutamaan Puasa Dzulhijjah: Pahala Setara Setahun, Ampunan Dua Tahun! Jangan Lewatkan
Ilustrasi haji dan umrah -Pixabay-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Bulan Dzulhijjah bukan sekadar waktu untuk berkurban, tapi juga ladang pahala yang sangat luas bagi umat Islam.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak amalan sunnah yang bisa dilakukan—dan salah satu yang paling dahsyat pahalanya adalah puasa sunnah Dzulhijjah.
Kementerian Agama telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1444 H jatuh pada 29 Juni 2023. Ini jadi momentum tepat bagi umat Muslim untuk menghidupkan amalan yang sering kali terlupakan: puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, terutama puasa Tarwiyah dan Arafah.
Jenis-Jenis Puasa Sunnah Dzulhijjah yang Sebaiknya Tidak Dilewatkan
1. Puasa Dzulhijjah (1–7 Dzulhijjah)
Puasa ini dilakukan mulai tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah. Hukum pelaksanaannya sunnah muakkad—sangat dianjurkan. Dalam hadis disebutkan, amalan salzh di 10 hari pertama Dzulhijjah lebih dicintai Allah daripada hari-hari lainnya.
Niat Puasa Dzulhijjah
BACA JUGA:30 Ucapan Hari Raya Idul Adha 2025 dalam Bahasa Inggris dan Artinya
BACA JUGA:Terletak di Luar Jawa, ini Kota dengan Toleransi Tertinggi di Indonesia
Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.
2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Hari Tarwiyah adalah hari penting yang mengingatkan pada peristiwa Nabi Ibrahim menerima wahyu untuk menyembelih putranya. Puasa ini memberikan pengampunan dosa selama setahun yang lalu menurut hadis riwayat Tirmidzi.
Niat Puasa Tarwiyah
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: