Apa itu Kamis Putih? Ketahui Makna Mendalam dan Peringatannya dalam Ajaran Agama Katolik
Lukisan Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama dengan murid-muridNya sebelum diserahkan untuk dihakimi.--HIDUPKATOLIK
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Dalam ajaran agama Katolik, terdapat perayaan Paskah uyang diperingati setiap tahunnya.
Tidak hanya itu, Paskah juga diperingati sebagai simbol penghapusan dosa umat Katolik melalui kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus hingga wafat di kayu Salib.
Perayaan Paskah dimulai sejak Rabu Abu, yang di ajarkan untuk umat Katolik melakukan pantang dan puasa selama 40 hari yang dimulai pada bulan Februari kemudian dilanjutkan dengan peringatan Pekan Tri Hari Raya Suci, yakni Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Paskah.
Bagi umat Katolik, sangat penting untuk mengetahui makna Perayaan Kamis Putih dalam perayaan Paskah.
Yuk simak dengan seksama makna mendalam dan peringatan Perayaan Kamis Putih.
BACA JUGA:Rencanakan Ibadah Paskahmu! Jadwal Lengkap Misa Kamis Putih di Paroki-Paroki Jakarta Tahun 2025
Mengenang Perjamuan Terakhir - Lahirnya Ekaristi
Kamis Putih adalah salah satu hari paling suci dan penuh makna dalam kalender liturgi Gereja Katolik.
Dirayakan pada hari Kamis sebelum Paskah, Misa Kamis Putih secara khusus mengenang Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama para rasul-Nya sebelum Ia disalibkan.
Perayaan ini bukan hanya sekadar mengenang peristiwa bersejarah, tetapi juga mengandung makna teologis yang mendalam dan menjadi inti dari ajaran kasih dan pelayanan dalam agama Katolik.
Inti dari Misa Kamis Putih adalah mengenang Perjamuan Terakhir, saat Yesus berkumpul dengan para murid-Nya untuk makan malam Paskah.
Dalam perjamuan inilah Tuhan Yesus mengajarkan tentang:
• Penetapan Ekaristi
Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada para murid seraya berkata, "Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Aku." Kemudian, Ia mengambil piala berisi anggur, mengucap syukur, dan memberikannya kepada mereka seraya berkata, "Inilah darah-Ku, darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi banyak orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Aku." Tindakan ini menjadi dasar bagi sakramen Ekaristi, di mana umat Katolik percaya bahwa roti dan anggur secara sakramental menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Ekaristi menjadi sumber utama rahmat dan persatuan umat dengan Kristus dan sesama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: