Kamis Putih: Bawa Pesan Penting Yesus Kristus dalam Perjamuan Terakhir, Lebih dari Sekadar Makan Malam Paskah
Pesan penting perjamuan terakhir dalam perayaan Kamis Putih yakni ajaran kasih dan pelayanan.--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kamis Putih merupakan hari yang khidmat dalam Pekan Suci, secara sentral memperingati Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama para murid-Nya sebelum Ia menjalani sengsara dan wafat di kayu salib.
Peristiwa ini bukan sekadar makan malam perpisahan, melainkan fondasi penting bagi iman Katolik yang sarat akan makna teologis, ritual, dan perintah kasih yang abadi.
BACA JUGA:Rencanakan Ibadah Paskahmu! Jadwal Lengkap Misa Kamis Putih di Paroki-Paroki Jakarta Tahun 2025
Momen paling sakral dalam Perjamuan Terakhir adalah ketika Yesus mengambil roti dan anggur, memberkatinya, dan memberikannya kepada para murid seraya berkata:
"Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Aku." yang dikutip dari injil Lukas bab 22 ayat 19.
Tidak hanya itu, Yesus juga mengambil cawan berisi anggur, seraya berkata:
"Cawan ini adalah perjanjian baru dalam darah-Ku, yang ditumpahkan bagimu." yang dikutip dari injil Lukas bab 22 ayat 20.
Dengan kata-kata dan tindakan ini, Yesus menetapkan Sakramen Ekaristi.
Umat Katolik percaya bahwa melalui konsekrasi oleh imam dalam Misa, roti dan anggur secara sakramental menjadi Tubuh dan Darah Kristus.
Ekaristi bukan hanya simbol, melainkan kehadiran nyata Kristus sendiri di tengah umat-Nya. Perjamuan Terakhir menjadi momen kelahiran Ekaristi, sumber utama rahmat, persatuan dengan Kristus, dan kenangan akan pengorbanan-Nya yang menyelamatkan.
Landasan Hidup Kristiani yakni Perintah Kasih
Setelah berbagi Tubuh dan Darah-Nya, Yesus memberikan perintah baru yang menjadi inti dari kehidupan Kristiani:
"Aku memberikan perintah baru kepadamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi." (Yohanes 13:34)
Perintah ini bukan sekadar ajakan untuk berbuat baik, melainkan sebuah panggilan untuk mengasihi sesama dengan kasih yang radikal, kasih yang rela berkorban seperti kasih Kristus sendiri. Perjamuan Terakhir menjadi pengingat bahwa mengikuti Kristus berarti meneladani kasih-Nya dalam setiap aspek kehidupan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: