Niat dan Tata Cara Puasa Syawal: Raih Pahala Seperti Puasa Setahun
Niat dan tata cara puasa Syawal--net
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”
Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal
Puasa Syawal dianjurkan mulai tanggal 2 hingga 29 Syawal. Idealnya dikerjakan selama enam hari berturut-turut setelah Idulfitri. Namun, jika tidak memungkinkan, boleh dilakukan secara terpisah.
Tata Cara Puasa Syawal
Berikut tata cara puasa Syawal yang perlu diperhatikan:
1. Berniat dengan Ikhlas:
Niat menjadi syarat utama sahnya puasa. Lakukan dengan penuh keikhlasan.
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164). Dari hadis tersebut, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berkata, “Yang disunnahkan adalah berpuasa enam hari di bulan Syawal.” (Syarhul Mumti’, 6: 464)
BACA JUGA:
- Tertarik dengan Saudara Sendiri? Ini Hukum Menikahi Sepupu Menurut Islam
- Hukum Berdoa Meminta Seseorang Menjadi Jodoh Kita, Lengkap dengan Doa yang Bisa Diamalkan
2. Dilakukan Selama Enam Hari:
Meskipun tidak wajib berturut-turut, lebih utama jika dilakukan secara berurutan.
Syaikh Ibnu Utsaimin berkata bahwa “Lebih utama puasa Syawal dilakukan secara berurutan karena itulah yang umumnya lebih mudah. Itu pun tanda berlomba-lomba dalam hal yang diperintahkan.”
3. Mengganti Utang Puasa Ramadan Terlebih Dahulu:
Jika memiliki utang puasa Ramadan, utamakan menggantinya terlebih dahulu. Hal ini berdasarkan penjelasan dari Ibnu Hambali dalam kitabnya Lathoiful Ma’arif. Ibnu Rajab Al Hambali berkata:
“Siapa yang mempunyai kewajiban qodho’ puasa Ramadhan, hendaklah ia memulai puasa qodho’nya di bulan Syawal. Hal itu lebih akan membuat kewajiban seorang muslim menjadi gugur. Bahkan puasa qodho’ itu lebih utama dari puasa enam hari Syawal.” (Lathoiful Ma’arif, hal. 391)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: