Harga Minyak Dunia Tembus US$110, Ini Kata Bahlil Soal Harga BBM Subsidi

Harga Minyak Dunia Tembus US$110, Ini Kata Bahlil Soal Harga BBM Subsidi

BBM Subsidi--

radarpena.co.id - Di tengah gejolak pasar energi global yang membuat harga minyak mentah dunia melonjak hingga US$110 per barel, Pemerintah Indonesia membawa kabar melegakan bagi masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga BBM subsidi dipastikan tidak akan naik dalam waktu dekat.

Langkah ini diambil sebagai komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang momentum krusial bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H.

BACA JUGA:Layar Lipat Tanpa Bekas! OPPO Find N6 Siap Meluncur dengan Teknologi Engsel Titanium

Kabar Baik: Pertalite dan Solar Tetap Stabil

Meski tekanan harga komoditas global kian berat, Bahlil meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Hingga saat ini, pemerintah masih mematok harga dua jenis bahan bakar paling krusial di angka berikut:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Biosolar: Rp6.800 per liter

“Saya pastikan masyarakat tidak perlu khawatir terkait harga BBM. Sampai dengan hari raya nanti, InsyaAllah tidak ada kenaikan harga BBM subsidi,” tegas Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Stok BBM Nasional: Aman Terkendali Menuju Mudik

Selain kepastian harga, pemerintah juga memberikan jaminan terkait pasokan energi. Mengingat mobilitas masyarakat akan meningkat tajam selama bulan Ramadan dan mudik lebaran, distribusi BBM telah dipersiapkan secara matang ke seluruh pelosok negeri.

BACA JUGA:Pemerintah Kota Bekasi Sigap Terkait Pemberitaan Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Wilayah Bintara

Bahlil menyebutkan bahwa koordinasi dengan pihak terkait terus diperketat guna mencegah terjadinya kelangkaan di SPBU.

  • Logistik: Distribusi ke daerah terpencil dipercepat.
  • Ketahanan Stok: Cadangan nasional berada dalam level aman.
  • Pelayanan: Pengawasan di lapangan ditingkatkan selama 24 jam.

Strategi Antisipasi Lonjakan Minyak Dunia

Meskipun harga subsidi ditahan, pemerintah tidak menutup mata terhadap risiko fiskal akibat harga minyak dunia yang menyentuh angka US$110.

Bahlil mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah-langkah komprehensif untuk memitigasi dampak gejolak global tersebut.

“Kami sedang menyiapkan langkah-langkah yang komprehensif untuk menghadapi situasi harga minyak dunia. Fokus kami adalah stabilitas energi nasional tanpa membebani rakyat,” tambahnya.

BACA JUGA:TPST Bantargebang Ditutup Sementara Usai Longsor di Zona 4, Evakuasi Korban Masih Berlangsung

Kebijakan ini menjadi angin segar bagi sektor transportasi dan logistik yang sangat bergantung pada Biosolar, serta jutaan pengendara motor pengguna Pertalite.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait