China Ngamuk! Kecam Keras Amerika Serikat Karena 'Hantam' Venezuela dan Maduro, Dunia di Ambang Krisis?
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China - ANTARA - --
Radarpena.co.id - Dunia investasi dan politik global mendadak panas dingin! Kabar mengejutkan datang dari Beijing setelah China melayangkan kecaman sangat keras terhadap aksi militer Amerika Serikat di Venezuela. Pasalnya, langkah Negeri Paman Sam yang mengerahkan kekuatan tempur terhadap negara berdaulat serta Presiden Nicolas Maduro telah membuat pemerintah Tiongkok merasa sangat terkejut.
Langkah Washington ini tidak hanya memicu ketegangan diplomatik, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas pasar global. Bagi kamu yang memantau pergerakan geopolitik, aksi ini menjadi sinyal merah bahwa persaingan antarnegara adidaya memasuki babak baru yang lebih berbahaya. China menilai Amerika Serikat sudah melakukan pelanggaran terang-terangan yang tidak bisa mereka toleransi begitu saja.
Beijing Terkejut: Amerika Serikat Gunakan Kekuatan Tanpa Batas
Pemerintah China tidak tinggal diam melihat situasi di Amerika Latin yang semakin tidak terkendali. Melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri China pada Sabtu (3/1/2026), Beijing secara resmi menyatakan kemarahannya. Mereka melihat penggunaan kekuatan militer oleh militer Amerika Serikat sebagai tindakan yang tidak menghormati kedaulatan negara lain.
“China sangat terkejut dan mengecam keras penggunaan kekuatan secara terang-terangan oleh Amerika Serikat terhadap negara berdaulat serta tindakan terhadap presidennya,” tegas juru bicara tersebut. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Beijing berdiri teguh membela prinsip-prinsip kedaulatan nasional, terutama ketika melibatkan sekutu strategis mereka di kawasan tersebut.
Pelanggaran Hukum Internasional: China Desak AS Patuhi Piagam PBB
Bukan hanya soal solidaritas, China menyoroti aspek legalitas internasional yang mereka anggap telah hancur. Kementerian Luar Negeri China mendesak agar Gedung Putih segera kembali ke jalur hukum internasional. Mereka mengingatkan bahwa setiap negara wajib mematuhi tujuan dan prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
China menyerukan agar Amerika Serikat menghentikan segala bentuk pelanggaran terhadap keamanan negara lain. Beijing menilai tindakan AS ini merupakan bentuk hegemoni yang serius dan sangat merusak tatanan dunia yang damai. Jika standar ganda dan aksi militer sepihak ini terus berlanjut, China khawatir sistem hukum internasional yang menjaga keseimbangan antarnegara akan runtuh total.
Ancaman Nyata Bagi Perdamaian dan Keamanan Amerika Latin
Ketegangan ini bukan sekadar urusan dua negara. China memperingatkan bahwa tindakan agresif Amerika Serikat di Venezuela mengancam perdamaian dan keamanan di seluruh kawasan Amerika Latin. Intervensi militer semacam ini sering kali memicu efek domino yang merugikan ekonomi kawasan dan mengganggu pasokan komoditas penting di pasar dunia.
Pemerintah Tiongkok menekankan bahwa tindakan hegemonik AS secara nyata mencederai kedaulatan Venezuela. Bagi Beijing, stabilitas kawasan hanya bisa tercapai jika negara-negara besar menghormati batas-batas kedaulatan dan tidak memaksakan kehendak melalui moncong senjata. Ketidakpastian di Venezuela ini diprediksi akan membuat investor semakin berhati-hati dalam menanamkan modal di wilayah berkembang.
Apa Dampaknya Bagi Indonesia dan Dunia?
Perseteruan China vs Amerika Serikat soal Venezuela ini tentu membuat publik di tanah air merasa "FOMO" akan dampaknya ke depan. Sebagai negara yang menjunjung tinggi politik bebas aktif, Indonesia tentu ikut memantau bagaimana konflik ini akan berkembang di meja PBB. Eskalasi yang melibatkan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia ini bisa berdampak pada fluktuasi harga energi dan stabilitas perdagangan internasional.
Hingga saat ini, China terus menyerukan de-eskalasi dan penghentian penggunaan kekuatan militer. Dunia kini menanti apakah Amerika Serikat akan merespons kecaman ini dengan langkah mundur atau justru semakin memperkuat posisinya di Caracas. Satu yang pasti, mata dunia kini tertuju pada persimpangan jalan antara penegakan hukum internasional atau kembalinya era hegemoni tanpa batas. - ANTARA/Sputnik/OANA -
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: