Penemuan Potongan Tubuh Korban Runtuhan Ponpes Al Khoziny Diduga Akibat Alat Berat, Ini Penjelasan Basarnas

Penemuan Potongan Tubuh Korban Runtuhan Ponpes Al Khoziny Diduga Akibat Alat Berat, Ini Penjelasan Basarnas

Bangunan Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk-rafi adhi-ist

SIDOARJO, RADARPENA.CO.ID - Tim SAR gabungan yang tengah melakukan evakuasi korban runtuhnya mushala di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, menemukan bagian tubuh manusia (body part) yang diduga milik salah satu korban insiden tragis tersebut.

Namun, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan bahwa potongan tubuh itu tidak rusak akibat alat berat.

Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menjelaskan bahwa kondisi bagian tubuh yang ditemukan masih dalam posisi terjepit di antara reruntuhan bangunan, bukan akibat terkena alat berat saat proses evakuasi.

BACA JUGA:Update Terbaru Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 103 Selamat, 14 Meninggal Dunia

“Untuk penemuan body part ini, dipastikan bukan karena terkena alat berat. Posisi korban masih terjepit, jadi bisa disimpulkan tidak mengalami kerusakan dari alat berat,” jelas Nanang saat konferensi pers di lokasi, Sabtu (4/10).

Penemuan bagian tubuh ini menjadi yang pertama kali sejak proses pencarian dimulai. Nanang menduga korban mengalami tekanan hebat atau tertimpa material bangunan saat insiden runtuhnya mushala terjadi.

“Kondisi bagian tubuh tersebut memang terhimpit. Saat ditemukan, hanya berupa potongan tubuh dan tidak dalam kondisi utuh,” tambahnya.

Hingga hari ini, proses pembongkaran dan pembersihan reruntuhan telah mencapai lebih dari 60 persen. Fokus pencarian kini diarahkan ke sektor A2 dan A3, setelah sektor A4 hampir sepenuhnya dibersihkan.

BACA JUGA:Update Hari Kelima Operasi SAR Ponpes Al Khoziny: 5 Jenazah Ditemukan, Total Korban Meninggal 10 Orang

Penggunaan alat berat semakin dimaksimalkan untuk membuka akses menuju area tengah yang diduga kuat menjadi lokasi keberadaan korban yang masih belum ditemukan.

“Indikasi terkuat, korban yang masih tertimbun berada di area tengah antara sektor A1 hingga A4. Untuk itu, kami harus membuka akses dari A4 terlebih dahulu,” papar Nanang.

Operasi SAR Bisa Diperpanjang

Basarnas juga menyampaikan bahwa jika dalam waktu tujuh hari korban belum berhasil ditemukan sepenuhnya, maka operasi SAR akan diperpanjang sesuai prosedur yang berlaku.

“Sesuai SOP, operasi bisa diperpanjang satu hingga tiga hari tergantung situasi di lapangan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait