Daftar 40 Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny yang Teridentifikasi Tim DVI Polda Jatim
Tim Basarnas tengah mengevakuasi korban ambruknya mushala Ponpes Al Khoziny --basarnas
SURABAYA, RADARPENA.CO.ID - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali berhasil mengidentifikasi enam jenazah korban ambruknya bangunan mushalla Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo pada 29 September 2025 lalu.
Kepala Bidang Dokkes Polda Jatim Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengungkapkan, keenam jenazah tersebut telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan medis, kecocokan properti pribadi, serta uji DNA (deoxyribonucleic acid).
“Polda Jatim telah mengidentifikasi enam kantong jenazah, dan semuanya cocok dengan data antemortem,” ujar Khusnan di Surabaya, Rabu (8/10/2025) malam.
BACA JUGA:Fakta-Fakta Seluruh Korban Tragedi Ponpes Al Khonizy Sidoarjo Ditemukan
Enam Korban Baru yang Berhasil Diidentifikasi
Berikut daftar enam jenazah korban terbaru yang telah teridentifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim:
- Abdus Somad (17) – Dusun Kamarong, Banjar, Kedungdung, Sampang
- Imam Junaidi (16) – Kampung Nangger, Alas Kokon, Modung, Bangkalan
- Mohammad Fajri Ali (14) – Kalimas Baru I Gang 1/25, Pabean Cantian, Surabaya
- Muhammad Nasi Hudin (15) – Dusun Riding Panjang, Belinyu, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung
- Achmad Suwaifi (15) – Kampung Galba, Panjalinan, Blega, Bangkalan
- Mochammad Haikal Ridwan (14) – Dusun Barat Leke, Sendang Dajah, Labang, Bangkalan
Dengan penambahan tersebut, total 40 korban telah berhasil diidentifikasi dari 67 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara Polda Jatim.
“Operasi DVI masih terus berjalan. Tim kami terus melakukan pendalaman terhadap data antemortem dan postmortem untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi,” tambah Khusnan.
Total 40 Korban Teridentifikasi
Sebelumnya, Tim DVI Biddokkes Polda Jatim telah mengidentifikasi 34 jenazah korban Ponpes Al Khoziny. Proses ini dilakukan secara hati-hati dengan mengacu pada prosedur identifikasi internasional.
Berikut daftar 34 jenazah korban Ponpes Al Khoziny yang telah teridentifikasi sebelumnya:
- Maulana Alfan Ibrahimavic (15) – Surabaya
- Muhammad Soleh (22) – Bangka Belitung
- Muhammad Mashudulhaq (14) – Surabaya
- Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas (17) – Surabaya
- M. Agus Ubaidillah (14) – Surabaya
- Firman Noor (16) – Surabaya
- M. Azka Ibadurrahman (13) – Surabaya
- Daul Milal (15) – Surabaya
- Nurudin (13) – Bangkalan
- Ahmad Rijalul Haq (16) – Surabaya
- Moh. Royhan Mustofa (17) – Bangkalan
- Abdul Fattah (18) – Sampang
- Wasiur Rohib (17) – Surabaya
- Mohammad Aziz Pratama Yudistira (16) – Bekasi
- Moh. Dafin (13) – Semarang
- M. Ali Rahbini (19) – Sampang
- Sulaiman Hadi (15) – Bangkalan
- Mohammad Anas Fahmi (15) – Bangkalan
- Muhammad Reza Syfai Akbar (14) – Surabaya
- Afifuddin Zarkasi (13) – Surabaya
- Moh. Rizki Maulana Saputra (16) – Sidoarjo
- Moh. Ubaidillah (17) – Bangkalan
- Virgiawan Narendra Sugiarto (16) – Lamongan
- Moch. Ali Sirojuddin (13) – Surabaya
- Muhammad Azam Habibi (14) – Surabaya
- M. Maulidy Hasany Kamil (16) – Bangkalan
- Ach. Fathoni Abil Falaf (17) – Bangkalan
- M. Azam Alby Alfa Himam (17) – Bangkalan
- Khoirul Mutaqin (18) – Kediri
- Farhan (17) – Surabaya
- Syafiuddin (15) – Sampang
- Achmad Ghiffary Haekal Nur (17) – Gresik
- Muhammad Ubay Dillah (15) – Kalimantan Barat
- Achmad Alby Fahri (13) – Surabaya
BACA JUGA:Tragedi Ponpes Al Khoziny: Seluruh Korban Ditemukan, 17 Santri Sudah Teridentifikasi
Hingga Rabu (8/10/2025) pukul 19.00 WIB, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melaporkan total korban peristiwa ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny mencapai 165 orang.
Rinciannya:
- 61 meninggal dunia
- 3 pasien masih dirawat
- 100 pasien sudah pulang
- 1 korban pulang tanpa perawatan
- 5 body part masih dalam proses identifikasi
Proses pemulasaran jenazah dilakukan secara kolaboratif antara Tim DVI RS Bhayangkara Polda Jatim, Dinas Kesehatan Jawa Timur, dan Tim NU Peduli Al-Khoziny, yang turut membantu dalam prosesi penanganan jenazah sesuai syariat Islam.
Meski proses identifikasi masih berlanjut, Polda Jatim memastikan seluruh korban akan diupayakan teridentifikasi secara menyeluruh agar bisa segera diserahkan kepada pihak keluarga dengan layak dan bermartabat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: