2 Anggota Kopassus Diduga Terlibat Kasus Penculikan dan Pembunuhan Pejabat Bank BUMN

2 Anggota Kopassus Diduga Terlibat Kasus Penculikan dan Pembunuhan Pejabat Bank BUMN

Danpomdam Jaya, Kolonel Cpm Donny Agus Priyanto mengungkap dugaan keterlibatan 2 oknum Kopassus-rafi adhi-radarpena.co.id Disway group

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN berinisial MIP semakin menyeruak ke publik.

Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya memastikan ada dua prajurit TNI dari satuan elit Kopassus yang ikut terlibat dalam aksi keji tersebut.

Danpomdam Jaya, Kolonel Cpm Donny Agus Priyanto, mengungkapkan bahwa kedua prajurit berinisial Serka N dan F, yang berasal dari Detasemen Markas Kopassus, kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

“Saat ini Serka N dan F sedang diperiksa karena berstatus tidak hadir tanpa izin (THTI),” kata Donny kepada awak media, Selasa (16/9/2025).

BACA JUGA:Pengumuman! Besok Ribuan Ojol Geruduk Istana dan DPR, Sampaikan 7 Tuntutan

Sindikat Penculikan Maut

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya sebelumnya telah membongkar jaringan pelaku penculikan yang menewaskan MIP.

Menurut Kombes Wira Satya Triputra, sindikat ini terbagi menjadi empat klaster peran:

  • Perencana
  • Penculikan
  • Penganiayaan hingga korban meninggal
  • Surveilance atau pemantauan

Klaster Perencana

Tersangka utama JP disebut sebagai otak kasus ini. Ia menyiapkan tim eksekutor bersama N, sekaligus ikut membuang jasad korban di kawasan Cikarang.

JP juga mengoordinasikan jalannya penculikan dengan menyediakan dana operasional Rp150 juta, yang disalurkan kepada N untuk membiayai aksi kejahatan tersebut.

BACA JUGA:Banjir Kritikan, Akhirnya KPU Nyerah, Akses Informasi Ijazah Capres-Cawapres Kini Dibuka

Klaster Penculikan

Polisi menangkap lima orang tersangka dalam kelompok ini:

  1. E: memasukkan korban ke mobil Avanza putih, melakban wajah korban, mengikat dengan tali rafia, serta menerima Rp45 juta dari FH.
  2. REH: memegangi korban saat proses pengikatan.
  3. JRS: membantu menahan korban bagian kanan.
  4. AT: ikut memasukkan korban ke mobil dan menahan bagian kiri korban.
  5. EWP: sopir Avanza putih saat penculikan.

Dalam klaster ini, juga teridentifikasi adanya keterlibatan oknum TNI, yang tengah didalami Pomdam Jaya.

Klaster Penganiayaan Hingga Korban Tewas

Tiga pelaku masuk dalam kelompok ini, termasuk JP yang juga berperan ganda:

  1. JP: menginjak kaki korban hingga tak berdaya, lalu ikut membuang jasad korban.
  2. NU: sopir mobil Fortuner hitam yang membawa korban dari Kemayoran ke Bekasi.
  3. DS: sopir pengganti dalam perjalanan.

BACA JUGA:Viral Video Pimpinan Ponpes di Palopo Tampar Santri, Cuma Gegara Tak Cium Tangan

Klaster Surveilance

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait