Pabrik Narkoba Raksasa di Semarang Digerebek: Anggota Polisi Terlibat
olda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap industri rumahan (clandestine laboratory) narkotika golongan I jenis Zenith berskala besar di wilayah Mijen, Semarang, Jawa Tengah.--Polda Metro Jaya
radarpena.co.id - Sebuah industri rumahan narkotika (clandestine laboratory) berskala besar di Mijen, Semarang, Jawa Tengah, berhasil dibongkar oleh tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat. Mirisnya, seorang oknum anggota Polri diduga ikut terseret dalam jaringan gelap ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi keterlibatan anggota polisi Bharaka Pradika Mei Dwi Anggun. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mengungkap sejauh mana peran oknum tersebut.
"Benar (ada oknum terlibat) dan masih didalami peran sertanya, mohon waktu ya," ujar Budi Hermanto di Jakarta, Selasa.
BACA JUGA:Sekutu NATO Tolak Blokade Selat Hormuz Trump: Fokus pada Diplomasi, Bukan Perang!
Kronologi Pengungkapan
Operasi besar ini bermula dari keresahan masyarakat terkait peredaran obat berbahaya di Jakarta Barat. Berikut adalah linimasa pengungkapannya:
Titik Awal: Polisi menciduk pria berinisial P di Penjaringan, Jakarta Utara, dengan barang bukti 120.000 butir Zenith.
Pengembangan: Tersangka P mengaku dikendalikan oleh tersangka utama berinisial D yang beroperasi dari luar kota.
Penggerebekan Pabrik: Pada Kamis (9/4), tim bergerak ke Semarang dan meringkus D. Di sana, ditemukan sebuah gudang yang disulap menjadi laboratorium produksi narkotika.
Barang Bukti: 1,83 Ton Bahan Baku
Dalam penggeledahan di Semarang, polisi menemukan fakta mengejutkan mengenai kapasitas produksi pabrik rumahan ini:
- 186.000 butir tablet Zenith siap edar.
- 1,83 ton bahan baku (prekursor) yang siap dicetak menjadi jutaan butir obat terlarang.
- Dua orang ditangkap, sementara delapan orang lainnya kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
BACA JUGA:Prabowo dan Putin Bertemu di Kremlin! Kerja Sama Energi hingga Antariksa Melejit
Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa fokus utama Polri bukan sekadar pada nilai materi barang bukti, melainkan perlindungan terhadap generasi muda.
"Keberhasilan menggagalkan peredaran lebih dari 4,3 juta butir Zenith ini secara langsung telah menyelamatkan sedikitnya 4,3 juta jiwa anak bangsa dari risiko kerusakan saraf permanen hingga kematian," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: