Tas Diplomat Kemlu Ditemukan di Rooftop: HP Hilang, Ada Laptop, Obat-obatan dan Rekam Medis

Tas Diplomat Kemlu Ditemukan di Rooftop: HP Hilang, Ada Laptop, Obat-obatan dan Rekam Medis

Polisi mengungkap temuan penting dalam penyelidikan kasus tewasnya diplomat Kemenlu, ADP di sebuah kosan di kawasan Jakarta Pusat. -Rafi Adhi-Disway grup

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Penyelidikan kasus kematian misterius diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), ADP, yang ditemukan tewas di sebuah kos-kosan di kawasan Jakarta Pusat, kembali mengungkap temuan penting.

AKBP Reonald Simanjuntak, Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa tas milik korban Arya Duta Putra (ADP) ditemukan di rooftop gedung, sehari setelah jasadnya ditemukan.

"Berdasarkan keterangan dari tim penyelidik, tas ditemukan di rooftop gedung, tepatnya di lantai 12 di samping tangga darurat," katanya kepada awak media, Senin 28 Juli 2025

Isi Tas: Barang Belanjaan, Laptop, dan Dokumen Medis

Dalam tas yang ditemukan, polisi menemukan laptop pribadi, pakaian baru hasil belanja, beberapa obat-obatan, nota pembelian, dan alat-alat kantor. Salah satu yang menarik perhatian adalah surat rawat jalan dari sebuah rumah sakit umum di Jakarta, bertanggal Juni 2025.

BACA JUGA:Aksi Demo BEM SI di Monas: 1.489 Personel Dikerahkan, Polisi Imbau Tertib dan Humanis

BACA JUGA:5 Tips Penting Cegah Bibir Sumbing pada Bayi Ala Dokter Bedah Plastik

"Isi tas antara lain ada laptop, pakaian baru yang dibeli, beberapa obat-obatan, nota pembelian dan alat-alat kantor," paparnya.

Meski tak merinci jenis obat-obatan yang ditemukan, kemudian di dalam tas juga ditemukan dokumen rekam medis.

"Ada surat rawat jalan dari salah satu rumah sakit umum di Jakarta. Tanggal pastinya saya lupa, tapi tercatat pada bulan Juni 2025," tuturnya.

Hasil Otopsi Belum Keluar, Kompolnas Minta Percepatan

Sementara itu, Komisioner Kompolnas, Cak Anam, meminta agar hasil otopsi segera diumumkan untuk menjawab teka-teki penyebab kematian ADP.

"Fakta-fakta yang disampaikan Polda sudah cukup lengkap dan runtut. Namun otopsi yang mendalam masih belum selesai. Saya kira semakin cepat hasilnya diumumkan, semakin baik," katanya kepada awak media, Jumat 25 Juli 2025.

Menurutnya, hasil otopsi penting bagi kejelasan keluarga korban dan informasi publik, terutama mengingat status ADP sebagai diplomat muda yang aktif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait