Terungkap! Motif Pembunuhan Brigadir Nurhadi di Gili Trawangan, Ternyata Cinta Segitiga dan Dugaan Narkoba

Terungkap! Motif Pembunuhan Brigadir Nurhadi di Gili Trawangan, Ternyata Cinta Segitiga dan Dugaan Narkoba

Brigadir Muhammad Nurhadi--

MATARAM, RADARPENA.CO.ID – Kabut misteri di balik tewasnya Brigadir Muhammad Nurhadi di sebuah vila di Gili Trawangan, Lombok, pada Rabu (16/4) lalu, mulai tersingkap.

Polda NTB telah mengungkap motif di balik pembunuhan tragis yang menyeret nama Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Ipda Haris Candra, dan seorang wanita berinisial M sebagai tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa motif pembunuhan ini diduga kuat dipicu oleh aksi korban yang merayu teman wanita salah satu tersangka.

BACA JUGA:Putra Siregar Kembali Dituding Selingkuh: Sang Istri Singgung Emas dan Janda

"Ada peristiwa almarhum mencoba untuk merayu dan mendekati rekan wanita salah satu tersangka, itu ceritanya. Diduga merayu dan itu dibenarkan oleh saksi yang ada di TKP," terang Kombes Syarif Hidayat kepada awak media, Rabu (9/7/2025).

Rayuan maut ini disinyalir menjadi pemicu utama kemarahan yang berujung pada tindakan keji tersebut.

Selain motif asmara, kasus ini juga semakin keruh dengan adanya dugaan penggunaan narkoba. Terungkap bahwa pada pesta di vila tersebut, dua wanita menemani Yogi dan Haris.

Brigadir Nurhadi kemudian dipanggil untuk bergabung.

BACA JUGA:Viral Link Video Diduga Andini Permata dan Bocil

Yang mengejutkan, salah satu dari tiga tersangka diduga kuat memberikan narkoba kepada Nurhadi untuk dikonsumsi. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya zat psikotropika dalam tubuh korban, sebuah fakta yang membuka pintu pada penyelidikan lebih lanjut terkait peredaran narkoba di tempat kejadian.

Polda NTB telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus ini: Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Ipda Haris Candra, dan seorang wanita berinisial M yang saat itu berada di kolam berendam.

Sementara itu, wanita lain yang juga ada di lokasi tidak ditetapkan sebagai tersangka karena kebetulan sedang berada di luar vila saat penganiayaan terjadi.

Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh Polda NTB, khususnya terkait dugaan penggunaan narkoba.

"Terkait pesta hiburan itu, narkoba sedang ditelusuri dari mana, oleh Ditresnarkoba," tegas Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait