Geger Benda Mirip Torpedo Tulisan China di Gili Trawangan: Bom atau Alat Mata-Mata?
Benda mirip Torpedo --
radarpena.co.id - Kawasan wisata internasional Gili Trawangan mendadak gempar. Sebuah benda asing berukuran besar yang menyerupai torpedo ditemukan tersangkut di jaring nelayan saat sedang melaut.
Penemuan ini sempat memicu kekhawatiran warga dan wisatawan akan adanya ancaman bahan peledak di perairan eksotis tersebut.
Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, mengonfirmasi bahwa benda mencurigakan tersebut ditemukan pada Senin (6/4/2026), di posisi sekitar 16 kilometer sebelah utara Gili Trawangan.
"Karena bentuknya yang tidak lazim dan mencurigakan, nelayan kemudian menarik benda tersebut ke pesisir pantai untuk dilaporkan," ujar Agus.
BACA JUGA:BGN Tutup 41 SPPG di NTB, Masalah Sanitasi dan Limbah Jadi Penyebab!
Ciri Fisik: Panjang 3,7 Meter & Beraksara China
Benda tersebut memiliki spesifikasi fisik yang cukup mengintimidasi. Dengan panjang mencapai 3,7 meter dan diameter 70 sentimeter, bentuk silindernya sangat menyerupai senjata bawah laut atau torpedo tempur.
Hal yang paling mencuri perhatian adalah adanya label bertuliskan "CSIC" serta deretan aksara China pada bagian bodinya. Label ini sempat memicu spekulasi liar di media sosial mengenai asal-usul dan fungsi perangkat teknologi tersebut di perairan Indonesia.
Hasil Pemeriksaan
Menyikapi keresahan masyarakat, tim ahli dari Polda NTB diterjunkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi.
BACA JUGA:Bocoran Xiaomi YU7 GT, Tenaga Nyaris 1.000 HP dan Top Speed 300 Km/Jam
Petugas menggunakan alat pendeteksi bahan peledak serta sensor radioaktif guna memastikan keamanan benda tersebut.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, memberikan pernyataan resmi untuk menenangkan publik.
"Masyarakat tidak perlu khawatir. Berdasarkan pemeriksaan intensif, benda tersebut bukan bom. Tidak ditemukan kandungan bahan peledak maupun unsur radioaktif berbahaya," tegas Kholid.
Terungkap! Ternyata Alat Pengukur Arus Laut
Setelah diidentifikasi lebih lanjut, misteri "torpedo China" ini akhirnya terpecahkan. Benda tersebut bukanlah senjata, melainkan perangkat oseanografi atau alat pengukur arus laut.
Perangkat seperti ini biasanya digunakan untuk:
- Penelitian Ilmiah: Memetakan pola arus bawah laut.
- Pemantauan Cuaca: Mengumpulkan data hidrografi untuk navigasi kapal.
- Mitigasi Bencana: Memantau pergerakan air laut secara real-time.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: