Resmi Diluncurkan! TransJabodetabek Rute Bogor-Blok M, Target Angkut 2.000 Penumpang Per Hari
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi meluncurkan TransJabodetabek rute Bogor-Blok M.-Disway/Cahyono-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi meluncurkan TransJabodetabek rute Bogor-Blok M pada Kamis, 5 Juni 2025, di Terminal Blok M. Peluncuran trayek P11 ini turut dihadiri oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan Direktur Utama PT TransJakarta, Welfizon Yuza.
Menghubungkan Dua Kota Besar dengan Tarif Terjangkau
TransJabodetabek rute Bogor-Blok M menjadi trayek kelima yang diresmikan Pramono, setelah sebelumnya meluncurkan trayek Alam Sutera-Blok M, Vida Bekasi-Cawang, PIK 2-Blok M, dan Sawangan-Lebak Bulus.
Rute ini melintasi 20 halte, dengan rincian 11 halte di wilayah Bogor dan 9 halte di wilayah Jakarta. Bus akan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB, dengan headway (jarak antarbus) setiap 15 menit.
“Rute ini betul-betul ditunggu warga Bogor dan Jakarta karena langsung menghubungkan kedua wilayah,” ujar Pramono.
BACA JUGA:Jadi Paham! Ketahui Penggunaan Khusus SIM D di Indonesia Lengkap dengan Kategorinya
BACA JUGA:Viral Fenomena Video Basah-basahan Murid SMA di TikTok: Kreativitas, Etika, dan Pengawasan Digital
Tarif perjalanan ditetapkan sebesar Rp3.500, dan diberikan diskon khusus menjadi Rp2.000 untuk perjalanan pukul 05.00–07.00 WIB.
Upaya Kurangi Kemacetan di Tol Jagorawi
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa peluncuran rute ini merupakan jawaban dari kebutuhan transportasi yang sudah lama dinanti, terutama untuk mengurangi beban kendaraan pribadi di Tol Jagorawi.
“Ini sudah dinantikan hampir 10 tahun. Jalur Jagorawi terlalu padat, TransJabodetabek ini solusi untuk warga yang ingin berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” ungkap Dedie.
Target 2.000 Penumpang Setiap Hari
PT TransJakarta menyiapkan 16 armada bus untuk melayani rute ini. Direktur Utama PT TransJakarta, Welfizon Yuza, menargetkan 2.000 penumpang per hari dalam tahap awal operasional.
“Kami akan pantau perkembangan. Jika ada lonjakan penumpang, jumlah armada juga akan disesuaikan,” jelas Welfizon.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: