Gubernur Jakarta Pramono Anung Bicara Jujur Soal Job Fair, Begini Pernyataannya

Gubernur Jakarta Pramono Anung Bicara Jujur Soal Job Fair, Begini Pernyataannya

Gubernur Jakarta Pramono Anung buka suara soal Job Fair-cahyono-radarpena.co.id

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya bica jujur soal polemik Job Fair yang dinilai sebagai ajang formalitas.

Dia mengatakan penyelenggaraan job fair oleh Pemerintah Provinsi DKI bukan sekadar kegiatan formalitas. 

Pernyataan ini disampaikan menyusul viralnya pengakuan seorang pria yang mengaku HRD perusahaan, yang menyebut bahwa job fair saat ini hanya ajang pencitraan dan tidak benar-benar membuka peluang kerja.

"Untuk urusan job fair, kami tangani secara serius. Beberapa pelamar bahkan sudah diterima bekerja, hanya saja hal tersebut tidak perlu kami ekspos berlebihan," ujar Pramono di SMK Miftahul Falah, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2025).

BACA JUGA:Jelang Laga Indonesia vs China di SUGBK, PSSI Imbau Suporter Hindari Rasisme dan Xenophobia

Pramono menekankan bahwa penyediaan lapangan pekerjaan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.

Untuk itu, pihaknya berkomitmen memperluas cakupan job fair hingga tingkat kecamatan dan kelurahan guna mempermudah akses masyarakat terhadap informasi lowongan kerja.

"Job fair terus kami jalankan di tingkat kecamatan dan kelurahan. Ini adalah bagian dari kewajiban kami membantu warga memperoleh pekerjaan," tegasnya.

Sebelumnya, viral di media sosial pernyataan seorang pria yang mengaku sebagai HRD, menyebut 90 persen perusahaan peserta job fair tidak benar-benar membuka lowongan.

Dalam video yang diunggah akun X @radomebel, ia menyebut job fair hanyalah ajang branding dan pencitraan oleh instansi penyelenggara.

BACA JUGA:BYOND by BSI Bermasalah dan Dikeluhkan Nasabah, Ini Penjelasan BSI

"Job fair itu omong kosong. Sekarang semua rekrutmen sudah online. Yang datang ke job fair itu nggak akan direkrut," ujarnya.

Ia bahkan menyebut masa efektif job fair telah berakhir sejak 2010. Pernyataan ini menuai reaksi beragam, khususnya di tengah masih tingginya antusiasme pencari kerja terhadap ajang rekrutmen massal tersebut, seperti yang terjadi dalam job fair di wilayah Cikarang, Bekasi.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait