Badai PHK Masih Berlanjut, Kemenperin Sulit Respon

Badai PHK Masih Berlanjut, Kemenperin Sulit Respon

Agus Gumiwang Kartasasmita --

Radarpena.co.id, Jakarta - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih akan berlangsung seiring dengan lesunya industri elektronik.

Setelah PT Sanken Indonesia mengumumkan rencana penghentian produksi pada Juni 2025 mendatang, kini dua pabrik berlabel Yamaha juga akan menutup operasinya.

 

Menteri Perindustrian (Menprerin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, mengakui gempuran impor barang elektronik menjadi salah satu penyebab yang membuat daya saing produk lokal harus tergerus.

Barang elektronik merupakan 1 dari 7 sektor yang mendapat perhatian dari Kemenperin.

Hal itu tidak lain bukan hanya karena penyumbang GDP terbesar tetapi juga penyerap tenaga kerja paling besar.

BACA JUGA:2 Orang Pendaki Tewas di Puncak Cartensz, Musisi Fiersa Besari Berhasil Dievakuasi

BACA JUGA:Kronologi Tewasnya 2 Pendaki Wanita di Puncak Cartensz Pyramid Akibat Hipotermia

Sedangkan gempuran produk impor dinilai cukup mengkhawatirkan.

Sektor elektronik menjadi salah satu prioritas diantara beberapa sektor lain yang diperhatikan pemerintah.

Namun banyak produk lokal yang pada akhirnya kalah bersaing dengan produk impor.

BACA JUGA:Sederet Fakta Terbaru Bu Guru Salsa Asal Jember yang Viral karena video Syur dan Pengakuannya

BACA JUGA:Hotman Paris Sentil Ahok Soal Kasus Korupsi Pertamina: Siapa Lu? Sok Suci!

Setiap kejadian PHK akan berdampak sorotan terhadap Kemenperin dan Kemnaker. Padahal sejatinya kewenangan keduanya terbatas dan belum tentu bisa membenahi seluruh tata niaga dari bidang perusahaan tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait