Viral di China! Kantor Palsu Disewa Demi Nampak Sibuk, Ini Alasannya
Kantor palsu disewa demi nampak sibuk, di China --pexels.com/Andrea Piacquadio
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Di era media sosial seperti sekarang, penampilan bisa jadi segalanya. Itulah sebabnya tren menyewa kantor palsu sedang naik daun di China.
Bukan untuk bekerja sungguhan, tetapi semata-mata agar terlihat sibuk dan terhindar dari stigma "pengangguran". Tren ini mencuri perhatian netizen setelah video ruang kantor sewaan lengkap dengan makan siang viral di media sosial.
Layanan ini membuat seseorang tampak seperti masih memiliki pekerjaan tetap, bahkan ada juga yang menyamar sebagai bos perusahaan.
Dengan tarif sewa sekitar 30–50 yuan (setara Rp68 ribu hingga Rp113 ribu per hari), penyewa bisa menggunakan ruang kerja dari jam 10 pagi hingga 5 sore. Seperti apa detailnya? Mari kita bahas lebih lanjut.
Sewa Kantor Palsu, Biar Terlihat Sibuk
Dilansir dari Business Standard, layanan unik ini ditemukan di Provinsi Hebei, wilayah China utara.
BACA JUGA:
- Connie Francis Penyanyi Lagu Pretty Little Baby Meninggal Dunia di Usia 87 Tahun
- 8 Makanan Favorit Orang Jepang yang Jadi Rahasia Umur Panjang
Beberapa tempat menyewakan ruang kantor lengkap dengan interior rapi, meja kerja, akses WiFi, dan bahkan kursi bos dari kulit. Semua disusun agar penyewa bisa "berpura-pura" menjalani kehidupan kerja normal.
Tujuannya bukan untuk produktivitas, tapi lebih untuk menghindari rasa malu dan tekanan sosial dari keluarga atau lingkungan.
Dalam budaya yang sangat menekankan pencapaian seperti di China, menjadi pengangguran bisa menimbulkan stres besar, apalagi jika harus terus ditanya oleh orang tua atau kerabat soal pekerjaan.
Diperankan Seolah Bos
Tak tanggung-tanggung, ada layanan yang memungkinkan pelanggan tampil bak CEO sungguhan. Untuk biaya sekitar 50 yuan, penyewa bisa berfoto di kursi bos, berada di ruang direktur yang mewah, atau bahkan merekam video seolah sedang mengelola tim.
Pemilik ruang kantor mengatakan, ide ini muncul setelah banyak perusahaan besar melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Namun hingga kini, ia mengaku belum menerima penyewa yang benar-benar datang. Meski begitu, topik ini telah memicu perdebatan besar di platform seperti Weibo dan ditonton lebih dari 100 juta kali.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: