Unik! Potongan Kuku di China Bisa Jadi Obat Tradisional, Bernilai Jual!

Unik! Potongan Kuku di China Bisa Jadi Obat Tradisional, Bernilai Jual!

Ilustrasi memotong kuku --iStockphoto

JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Pernah terpikir kalau potongan kuku bisa punya nilai jual? Di Indonesia, kuku yang dipotong biasanya langsung dibuang begitu saja.

Namun, di China justru berbeda, potongan kuku dianggap punya manfaat dan bisa dijual dengan harga yang lumayan.

Dalam praktik pengobatan tradisional Tiongkok, potongan kuku tangan dipercaya berkhasiat meredakan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari perut kembung pada anak hingga radang amandel.

Karena alasan inilah, benda yang kerap dianggap kotor ini justru menjadi bahan berharga.

BACA JUGA:Jangan Disepelekan, Rahasia Arti Mimpi Potong Kuku Menurut Primbon Jawa dan Islam

BACA JUGA:5 Rekomendasi Warna Kuteks Untuk Kulit Sawo Matang, Bikin Kuku Selalu On Point!   

Beberapa perusahaan obat tradisional bahkan membeli potongan kuku dari masyarakat, termasuk dari sekolah hingga komunitas desa.

Prosesnya pun cukup ketat dan tidak sembarangan. Pertama, kuku dicuci terlebih dahulu dan dikeringkan, lalu digiling menjadi bubuk halus untuk kemudian dicampurkan dalam ramuan obat.

Produksi bahan ini sangat terbatas. Bayangkan saja, seorang dewasa rata-rata hanya menghasilkan sekitar 100 gram kuku setiap tahunnya. Tak heran kalau harganya bisa tinggi di pasaran.

Menurut laporan media lokal Kankan News, seorang wanita di Hebei pernah menjual koleksi potongan kukunya secara daring dengan harga 150 yuan per kilogram, atau sekitar Rp330 ribu.

BACA JUGA:12 Ide Renovasi Rumah Subsidi Jadi Minimalis Modern: Tips Hemat Bujet, Nyaman, dan Tetap Sesuai Aturan

BACA JUGA:Doa Memotong Kuku Lengkap Tata Cara, Waktu Terbaik, dan Keutamaannya dalam Islam

Ia mengaku sudah mengumpulkan kuku sejak kecil hingga akhirnya dijual demi keuntungan.

Meski sempat meredup pada era 1960-an karena tren penggunaan cat kuku yang membuat kualitasnya menurun, permintaan bahan unik ini ternyata tidak pernah benar-benar hilang. Kini, minat terhadap potongan kuku kembali muncul.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait