Viral dan Menuai Kritik, Baliho Film 'Aku Harus Mati' Akhirnya Dicopot
Baliho Film Aku Harus Mati-(Dokumen Istimewa)-
Radarpena.co.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat, merespons polemik baliho bertuliskan 'Aku Harus Mati' yang sempat terpasang di sejumlah titik strategis ibu kota.
Keberadaan iklan tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat, karena dinilai mengandung pesan sensitif dan mengganggu kenyamanan publik.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, bahwa materi promosi dengan unsur yang berpotensi menimbulkan keresahan tidak boleh lagi muncul.
"Baliho tersebut sudah kami turunkan. Tapi prinsipnya, ini tidak boleh terulang kembali," kata Pramono di Pasar Gardu Asem Jakarta.
Ia memastikan, baliho tersebut telah diturunkan dan mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
BACA JUGA : Sambadha Coldiac Rilis Single Si Bungsu, Debut Solo yang Sarat Emosi Keluarga
BACA JUGA : Film Dilan ITB 1997: Sinopsis Lengkap, Daftar Pemain, dan Jadwal Rilis Bioskop
Menurutnya, strategi promosi yang hanya berfokus pada menarik perhatian tanpa mempertimbangkan dampak sosial adalah tindakan yang tidak tepat.
"Yang seperti-seperti ini hanya untuk menarik publik kemudian memasang iklan yang sensitif, dan ini berdampak bagi masyarakat. Maka ini tidak boleh terulang kembali," ucapnya.
Perlu diketahui, baliho film tersebut merupakan bagian dari kampanye promosi sebuah film dengan judul yang sama.
Namun penggunaan kata-kata yang provokatif ditambah visual bernuansa gelap dan menyeramkan, justru menimbulkan persepsi negatif di tengah warga.
Sejumlah masyarakat menilai pesan dalam iklan tersebut tidak layak ditampilkan di ruang publik, karena dapat memicu rasa tidak nyaman, bahkan kekhawatiran.
Baliho yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat pun, akhirnya dibongkar sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap keresahan publik.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: