Perusahaan Asuransi Mulai Tinggalkan Bisnis Kesehatan, OJK Ungkap Sebabnya
--
Radarpena.co.id - Lifestyle Perusahaan asuransi mulai tinggalkan bisnis kesehatan, apa sebabnya?
Tekanan besar di industri asuransi kesehatan akibat lonjakan inflasi medis dan biaya klaim membuat pemain asuransi meninggalkan lini bisnis ini.
Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK, Sumarjono mengatakan tantangan yang dihadapi industri kesehatan ini turut memengaruhi lini bisnis perusahaan asuransi.
Dalam pemaparannya di acara webinar OJK Institute bertajuk Perlindungan Kesehatan dan Ketahanan Finansial: Peran Asuransi dalam Menghadapi Risiko Masa Depan, Kamis (25/6/2026), ia mengungkapkan jumlah perusahaan asuransi yang memiliki lini asuransi kesehatan mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Pada tahun 2022, jumlah perusahaan asuransi yang memiliki produk asuransi kesehatan tercatat sebanyak 82 perusahaan. Namun, terus mengalami penurunan menjadi 81 pada 2023.
Lalu menjadi 78 pada 2024 dan menurun lagi menjadi 77 sepanjang 2025 hingga 2026.
Fenomena tersebut muncul di tengah tren pertumbuhan bisnis asuransi kesehatan yang sebenarnya masih cukup tinggi.
Berdasarkan data OJK, total premi kesehatan mencapai Rp 43,85 triliun, sedangkan total klaim kesehatan sebesar Rp 31,26 triliun sehingga rasio klaim mencapai 71,28% pada 2025.
Secara historis, rasio klaim asuransi kesehatan juga sempat menunjukkan level tertinggi mencapai 97,5% pada tahun 2023.
Menurut Sumarjono, jika rasio klaim terus berada pada level yang tinggi, ruang bagi perusahaan asuransi untuk berinvestasi, berinovasi, dan memperluas produk perlindungan juga akan semakin sempit.
"Bahkan terdapat beberapa perusahaan asuransi yang memilih menarik diri dari segmen asuransi kesehatan dan menghentikan penjualan produk tertentu," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: