Bukan Sekadar Tarian! Rahasia Kelam Hinokami Kagura di Demon Slayer yang Selama Ini Disembunyikan

Bukan Sekadar Tarian! Rahasia Kelam Hinokami Kagura di Demon Slayer yang Selama Ini Disembunyikan

--

Radarpena.co.id - Lifestyle  Dalam semesta anime Kimetsu no Yaiba (Demon Slayer), penonton dibuat terpukau saat Tanjiro Kamado pertama kali melepaskan tebasan api yang megah melawan Rui di Gunung Natagumo.

Teknik tersebut dikenal sebagai Hinokami Kagura (Tarian Dewa Api). 

Namun, apa yang awalnya dikira sebagai sekadar tarian ritual turun-temurun keluarga penjual arang, ternyata menyimpan sejarah paling krusial dalam runtuhnya era kejayaan Raja Iblis, Muzan Kibutsuji.

Hinokami Kagura bukanlah penari biasa untuk meminta berkah keselamatan, melainkan seorang samaran jenius untuk melestarikan gaya perjuangan paling mematikan yang pernah menciptakan manusia.

 

Dari Pernapasan Matahari Menjadi Ritual Tarian: Strategi Bertahan Hidup

Sejarah sejati Hinokami Kagura dihapus dari sosok Yoriichi Tsugikuni , pembasmi iblis legendaris sekaligus pencipta Sun Breathing (Pernapasan Matahari), induk dari segala teknik pernapasan.

Setelah gagal membunuh Muzan dan mengalami berbagai tragedi hidup, Yoriichi berteman dekat dengan leluhur Tanjiro, Sumiyoshi Kamado.

Melihat bakat Yoriichi yang tiada tanding namun tidak memiliki penerus, Sumiyoshi mengingat dengan saksama setiap gerakan lambat dari 12 bentuk Pernapasan Matahari yang dibawakan oleh Yoriichi.

Demi menyembunyikan teknik ini dari buruan Muzan dan Kokushibo, yang aktif membantai semua pengguna Pernapasan Matahari, keluarga Kamado mengemas jurus pedang mematikan tersebut menjadi sebuah tarian ritual persembahan.

 

Alasan mengapa Hinokami Kagura sangat ditakuti oleh Muzan adalah karena esensinya yang merupakan tiruan dari Pernapasan Matahari.

Ketika Tanjiro berhasil menyatukan 12 gerakan tarian tersebut secara terus-menerus tanpa henti, ia menciptakan Bentuk Ketigabelas .

Dalam serial anime Kimetsu no Yaiba atau Demon Slayer, bentuk terakhir (Bentuk ke-13) ini dirancang khusus oleh Yoriichi untuk menyerang organ vital Muzan secara bersamaan.

Melalui kedok tarian yang diwariskan oleh keluarga pembuat arang yang sederhana, takdir akhirnya mempertemukan Tanjiro dengan misi balas dendam yang telah tertunda selama berabad-abad.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait