Buntut Dana Deposito Bocor dan Sistem JakOne Error, Warga Tuntut Dirut Bank DKI Dicopot
Sejumlah warga menuntut agar Dirut Bank DKI dicopot buntut dana deposito bocor dan sistem JakOne error-cahyono-radarpena.co.id Disway group
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Sejumlah warga menggelar aksi demo di depan Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa, 15 April 2025.
Mereka mendirikan tenda sejak pukul 12.00 WIB. Total ada tiga tenda yang berdiri di depan Balai Kota DKI Jakarta.
Tampak sejumlah kertas bertuliskan berada di sekitar tenda. Tulisan tersebut merupakan tuntutan para penggelar aksi.
Koordinator Poros Pemuda untuk Kebenaran Ahmad Setiawan mengatakan, tuntutan yang dia bawa yakni agar Direktur Utama (Dirut) Bank DKI Agus Haryoto Widodo dicopot dari jabatannya imbas sistem error dan bocornya dana deposito.
"Kami di sini meminta untuk bahkan jangan hanya direktur IT-nya yang dicopot. Tapi direktur utamanya perlu dicopot juga. Jadi perlu dibenahi betul-betul Bank DKI ini," ujarnya di lokasi.
Ahmad Setiawan menuturkan, ada 15 orang yang berdemo di depan Balai Kota DKI Jakarta.
Pihaknya akan berkemah di depan Balai Kota DKI Jakarta sampai tuntutannya dipenuhi oleh Pramono.
"Pokoknya sampai dicopot direktur utama Bank DKI," tegasnya.
BACA JUGA:Pejabat Bank DKI Diperiksa Bareskrim, Buntut Bobolnya Dana Deposito
Ahmad Setiawan yang mengaku mewakili nasabah Bank DKI mengatakan, sangat terganggu dengan adanya sistem error di aplikasi JakOne Mobile.
Menurutnya banyak transaksi nasabah yang terganggu selama libur Lebaran 2025.
"Itu banyak keluhan-keluhan dari pengguna JakOne. Itu aplikasi mobile banking dari Bank DKI itu sendiri. Itu tidak bisa digunakan oleh para penggunanya," pungkasnya.
Diketahui Bank DKI mengalami gangguan sistem pada layanan transfer antar-bank melalui aplikasi JakOne Mobile.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: