Kasus Dana Deposito Bobol dan Sistem Error, Pramono Anung Ogah Lagi Pakai Nama Bank DKI, Rencanakan Rebranding
Pramono Anung bakal ganti nama Bank DKI buntut bobolnya dana deposito dan ganggung sistem aplikasi JakOne--bank dki
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengumumkan rencana besar untuk melakukan rebranding terhadap Bank DKI usai dana deposito yang bobol dan terjadinya gangguan sistem layanan belum lama ini.
Dalam video yang diunggah lewat akun Instagram pribadinya, @pramonoanungw, Pramono menyebutkan bahwa nama Bank DKI kemungkinan besar akan diubah untuk memperkuat citra dan kualitas layanan ke depan.
“Kita harus mulai mempertimbangkan perubahan nama. Apakah menjadi Bank Jakarta atau bahkan Bank Global? Kita akan lakukan rebranding agar layanan meningkat dan Bank DKI bisa jadi ikon kota Jakarta,” ujar Pramono.
BACA JUGA:Pejabat Bank DKI Diperiksa Bareskrim, Buntut Bobolnya Dana Deposito
Fokus pada Profesionalisme dan Bebas Titipan Jabatan
Tak hanya soal nama, Pramono juga menyoroti masalah internal yang selama ini membayangi operasional Bank DKI, termasuk adanya dugaan “titipan jabatan” di tubuh direksi.
“Bank DKI harus sepenuhnya dikelola secara profesional. Tidak boleh ada lagi jabatan titipan dari siapa pun. Ini penting demi meningkatkan kepercayaan publik,” tegasnya.
Pramono menambahkan, perubahan ini adalah bagian dari strategi besar untuk mengangkat kembali posisi Jakarta sebagai salah satu kota global terbaik. Ia menyoroti bahwa peringkat Jakarta dalam daftar kota global telah turun dari posisi 54 ke 74 dunia.
“Perbankan adalah salah satu sektor yang terus mengalami masalah di tiap periode. Maka, transformasi Bank DKI ini adalah bagian penting dari upaya menaikkan reputasi Jakarta di mata dunia,” tambahnya.
BACA JUGA:Dana KJP Plus Belum Cair, Ternyata Penyebabnya Bank DKI
Transformasi Bank DKI: Lebih dari Sekadar Ganti Nama
Rebranding Bank DKI ini bukan hanya soal logo atau nama baru, tapi menyangkut pembenahan menyeluruh dari sistem layanan, tata kelola, hingga visi masa depan perbankan daerah yang bisa bersaing secara nasional bahkan global.
Dengan wacana nama baru seperti Bank Jakarta atau Bank Global, Pramono berharap bank milik daerah ini bisa melayani masyarakat dengan lebih cepat, modern, dan profesional.
Rencana penggantian nama Bank DKI tak terlepas dari kasus bobolnya Dana Deposito dan juga sistem aplikasi JakOne yang error saat Lebaran.(cahyono)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: