Celestyal Discovery Jadi Kapal Pesiar Pertama yang Melintas Selat Hormuz Pasca Pembukaan Kembali

Celestyal Discovery Jadi Kapal Pesiar Pertama yang Melintas Selat Hormuz Pasca Pembukaan Kembali

Kapal pesiar Celestyal Discovery jadi yang pertama melintasi Selat Hormuz pasca pembukaan.--

radarpena.co.id - Jalur pelayaran paling strategis di dunia, Selat Hormuz, akhirnya menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pada hari Jumat, 17 April 2026, kapal pesiar berbendera Malta, Celestyal Discovery, resmi menjadi kapal pertama yang mengarungi jalur air tersebut setelah otoritas terkait membukanya kembali pasca penutupan panjang.

Data pelacakan menunjukkan bahwa kapal milik perusahaan Yunani, Celestyal Cruises ini, sebenarnya sudah tertahan di wilayah Teluk Arab sejak awal Maret. Kini, kehadirannya menjadi simbol kembalinya aktivitas komersial di kawasan yang sempat lumpuh total.

Ribuan Kapal Terdampar Akibat Konflik dan Blokade

Penutupan Selat Hormuz memberikan dampak yang luar biasa bagi logistik dunia. Sejak Iran menutup selat tersebut menyusul serangan AS-Israel pada 28 Februari lalu, sekitar 2.000 kapal terdampar di wilayah Teluk.

Kondisi ini sempat mengancam stabilitas ekonomi karena Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia. Sekitar 20% pasokan minyak global melewati selat ini setiap hari. Ketidakamanan di jalur tersebut sebelumnya telah memicu lonjakan harga minyak mentah serta membengkaknya biaya pengiriman dan asuransi.

Status "Terbuka" Namun Blokade Tetap Berlangsung

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi pada hari Jumat bahwa jalur air strategis tersebut sekarang sudah "sepenuhnya terbuka" untuk lalu lintas kapal komersial. Pembukaan ini sejalan dengan gencatan senjata 10 hari di Lebanon yang mulai aktif sejak Kamis tengah malam. Namun, kapal-kapal harus mengikuti rute yang telah ditentukan oleh otoritas Iran.

Meskipun jalur utama sudah terbuka, Donald Trump memberikan catatan tegas mengenai kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan tersebut:

"Blokade angkatan laut akan tetap berlaku penuh sampai transaksi kita dengan Iran 100% selesai," tegas Trump, merujuk pada tercapainya kesepakatan damai yang permanen.

CENTCOM Laporkan 21 Kapal Putar Balik

Di sisi lain, pengawasan ketat masih terjadi di perairan sekitar Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa pasukan mereka telah memaksa 21 kapal untuk berbalik arah sejak blokade angkatan laut di pelabuhan Iran resmi berlaku pada 13 April.

Salah satu garda terdepan dalam aksi ini adalah kapal perusak rudal USS Michael Murphy (DDG 112). Melalui unggahan di platform media sosial X, CENTCOM menjelaskan bahwa mereka terus berpatroli di Laut Arab untuk menegakkan aturan terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar dari pelabuhan Iran.

“Sejak dimulainya blokade, 21 kapal telah mematuhi arahan dari pasukan AS untuk berbalik arah dan kembali ke Iran,” tulis pernyataan resmi CENTCOM pada hari Jumat (17/4).

Langkah-langkah militer ini menunjukkan bahwa meski Selat Hormuz sudah bisa dilalui oleh kapal seperti Celestyal Discovery, situasi diplomatik dan keamanan antara AS dan Iran masih berada dalam fase yang sangat krusial.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait