Gencatan Senjata Iran-AS Resmi Berlaku, Warga Teheran Rayakan Kemenangan!

Gencatan Senjata Iran-AS Resmi Berlaku, Warga Teheran Rayakan Kemenangan!

Warga Teheran rayakan kemenangan, usai kesepakatan gencatan senjata Iran-AS.--

radarpena.co.id – Gelombang perayaan meletus di jalanan Teheran, setelah pemerintah Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu dengan Amerika Serikat, Rabu, 7 April 2026. Kesepakatan ini membuka jalan bagi negosiasi perdamaian yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan pada Jumat, 10 April 2026 mendatang.

Keputusan besar ini tercapai setelah Presiden AS Donald Trump setuju menangguhkan operasi militer. Sebagai imbalannya, Teheran berkomitmen untuk membuka kembali sepenuhnya akses di Selat Hormuz, jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa pihaknya siap menghentikan langkah militer jika serangan terhadap negaranya benar-benar berhenti. "Angkatan bersenjata Iran akan mengizinkan jalur aman melalui Selat Hormuz," konfirmasi Araghchi terkait koordinasi keamanan di jalur air tersebut selama masa gencatan senjata.

Klaim Kemenangan dan Kegagalan Strategi Lawan

Pihak berwenang di Teheran melabeli gencatan senjata ini sebagai sebuah "kemenangan". Mereka berargumen bahwa Amerika Serikat akhirnya menerima prasyarat yang diajukan Iran. Menurut perwakilan pemerintah, keberhasilan ini adalah buah dari persatuan nasional dan kekuatan militer yang solid selama konflik berlangsung.

Para pejabat Iran juga menilai strategi awal aliansi AS-Israel telah menemui jalan buntu. Mereka menyebut upaya untuk meruntuhkan pemerintahan melalui pembunuhan terarah terhadap para pemimpin telah gagal total. Sebaliknya, konflik beberapa minggu terakhir justru membuktikan bahwa Iran mampu mempertahankan operasi militer dalam jangka waktu yang tidak terbatas.

Trump: "Kemenangan 100 Persen"

Di sisi lain, Donald Trump menunjukkan optimisme yang sama kuatnya dari Washington. Dalam wawancara singkat dengan AFP, Trump mengklaim hasil ini sebagai keberhasilan mutlak bagi Amerika Serikat.

"Kemenangan total dan lengkap. 100 persen. Tidak perlu diragukan lagi," tegas Trump.

Ia juga menambahkan bahwa persoalan persediaan uranium Iran akan "diurus dengan sempurna" sesuai ketentuan yang disepakati. Selain itu, Trump secara terbuka mengakui peran penting China yang turut memfasilitasi terjadinya meja perundingan ini.

Bayang-bayang Pesimisme dan Ketidakpercayaan

Meski suasana di ibu kota tampak meriah, tidak semua warga Iran merasa tenang. Sebagian besar masyarakat justru menyatakan kemarahan dan skeptisisme terhadap niat Amerika Serikat. Pengalaman pahit di masa lalu menjadi alasan utama munculnya rasa tidak percaya ini.

Foad Izadi, seorang profesor dari Universitas Teheran, menjelaskan bahwa trauma serangan saat proses negosiasi masih membekas di benak publik.

“Pesimisme di Iran mungkin lebih besar daripada di tempat lain mana pun karena kami telah diserang dua kali di tengah negosiasi,” ujar Izadi kepada Al Jazeera.

Ia merujuk pada insiden pemboman pada Juni lalu dan serangan pada 28 Februari yang keduanya terjadi saat pembicaraan damai sedang diupayakan. Kini, dunia menunggu apakah pertemuan di Pakistan nanti benar-benar akan menghasilkan perdamaian permanen atau hanya sekadar jeda singkat di tengah ketegangan.

 

Tags: Gencatan senjata Iran AS, berita Iran terbaru, Selat Hormuz, Donald Trump, Abbas Araghchi, konflik Timur Tengah, negosiasi perdamaian, berita internasional.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait