Komandan IRGC Tebar Ancaman: Iran Siapkan Gelombang Serangan Rudal Dua Kali Lipat!

Komandan IRGC Tebar Ancaman: Iran Siapkan Gelombang Serangan Rudal Dua Kali Lipat!

Militer Iran siapkan gelombang serangan besar-besaran.--

radarpena.co.id - Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin mematikan. Brigadir Jenderal Majid Mousavi, Komandan Angkatan Udara IRGC (Korps Garda Revolusi Islam), baru saja mengirimkan sinyal peningkatan eskalasi militer yang dramatis melalui pengumuman "tahap peperangan baru".

Dalam sebuah pernyataan video, Mousavi menegaskan bahwa Iran kini mengerahkan teknologi peluncur rudal ganda terbaru yang mampu melipatgandakan kekuatan serangan dari operasi-operasi sebelumnya.

"Dan sekarang, tahap baru perang; Dengan peluncur yang baru diperbarui dari unit ganda rudal Fateh dan Khaybar-shekan (penghancur Khaybar); Semua serangan sebelumnya × dua," tegas Brigadir Jenderal Majid Mousavi.

Kekuatan rudal Fateh dan Khaybar-shekan

Langkah ini merupakan respon langsung terhadap kampanye militer Amerika Serikat dan Israel yang dimulai sejak 28 Februari lalu. Iran mengandalkan dua jenis alutsista utama dalam fase ini untuk memberikan tekanan balasan:

  • rudal Fateh: Dikenal karena akurasinya yang tinggi dalam menghantam target darat secara presisi.

  • Khaybar-shekan: Persenjataan penghancur yang dirancang khusus untuk menembus sistem pertahanan lawan dengan daya hancur masif.

Pengerahan unit peluncur ganda ini menandakan tekad Teheran untuk membalas serangan udara ekstensif yang telah merusak berbagai infrastruktur sipil dan militer di wilayah mereka.

Serangan Drone Hantam Kawasan Industri Dimona

Tidak hanya sekadar ancaman, Angkatan Darat Iran melaporkan telah meluncurkan gelombang drone pada Selasa, Selasa, 7 April 2026. Serangan tersebut menyasar jantung industri petrokimia di Gurun Negev, dekat fasilitas strategis Dimona.

Target spesifik di kawasan ini meliputi:

  • Unit Pembangkit Listrik: Sumber energi utama bagi industri petrokimia yang mendukung operasional militer.

  • Fasilitas Penyimpanan Bahan Bakar: Gudang logistik krusial yang menyokong keamanan ekonomi dan pertahanan.

Pihak Iran mengklaim kompleks kimia di Dimona merupakan aset vital yang memproduksi bahan baku untuk keperluan militer, sehingga menjadikannya target utama dalam operasi pembalasan kali ini.

Pangkalan AS di UEA dan Kuwait Ikut Menjadi Sasaran

Eskalasi serangan Iran juga meluas hingga ke pangkalan-pangkalan regional yang menampung pasukan Amerika Serikat. Angkatan Bersenjata Iran mengonfirmasi telah menyerang beberapa titik penting di kawasan Teluk:

  1. Pelabuhan Jebel Ali (UEA): Drone Iran menargetkan pusat perbaikan dan pemeliharaan Angkatan Laut AS. Lokasi ini merupakan salah satu pelabuhan sandar terbesar bagi armada kapal perang Amerika di kawasan tersebut.

  2. Pangkalan Udara Ahmad Al-Jaber (Kuwait): Serangan menyasar sistem radar dan bangunan perumahan pasukan Amerika. Pangkalan ini menampung unit Angkatan Udara ke-332 AS beserta hanggar pesawat tempur mereka.

Latar Belakang Konflik: Dampak Pembunuhan Pemimpin Iran

Konflik skala besar ini pecah setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam saat itu, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan senior dan warga sipil pada 28 Februari.

Sejak saat itu, wilayah tersebut terjebak dalam siklus kekerasan. Serangan udara Amerika-Israel yang awalnya menargetkan lokasi militer telah berkembang menjadi perang terbuka yang merusak infrastruktur luas.

Sebagai balasan, Iran terus mengintensifkan operasi pembalasan guna menanggapi agresi militer tersebut secara tegas.

Dunia kini menanti bagaimana dampak dari "Serangan × Dua" yang dijanjikan IRGC terhadap stabilitas energi dan keamanan di koridor strategis Timur Tengah tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: tasnim news

Berita Terkait