8 Kelompok Orang yang Tidak Boleh Donor Darah, Waspadai Kondisi Ini!
Ilustrasi donor darah --Pexels/Kirill Dratsevich
4. Orang yang Baru Divaksinasi
Usai vaksinasi, tubuh perlu waktu untuk beradaptasi. Umumnya, donor bisa dilakukan empat hari setelah vaksin pertama dan delapan hari setelah vaksin kedua atau ketiga, dengan catatan tanpa efek samping. Bila muncul gejala pascaimunisasi, sebaiknya tunggu hingga satu bulan.
5. Penderita Kelainan Darah
Orang dengan kelainan darah seperti hemofilia, penyakit Von Willebrand, atau sickle cell tidak diperbolehkan donor karena kondisi ini bisa membahayakan baik bagi pendonor maupun penerima darah.
BACA JUGA:
- 5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersama Telur, Nomor 3 Bikin Kaget!
- Pengalaman Mendekati Kematian (NDE): Kisah Nyata yang Ubah Pandangan Hidup
6. Tekanan Darah Tidak Normal
Jika tekanan darahmu terlalu tinggi (di atas 180/100 mmHg) atau terlalu rendah (di bawah 90/50 mmHg), sebaiknya tunda donor darah. Tekanan darah harus stabil agar proses donor berjalan aman.
7. Ibu Hamil dan Menyusui
Selama masa kehamilan dan menyusui, kebutuhan nutrisi ibu meningkat drastis. Karena itu, mereka disarankan tidak donor darah hingga enam minggu setelah melahirkan agar tubuh kembali pulih.
8. Penderita Penyakit Serius
Orang dengan penyakit jantung, kanker, paru-paru, diabetes tidak terkontrol, hepatitis B atau C, sifilis, HIV/AIDS, serta kecanduan alkohol atau narkoba termasuk dalam kelompok yang tidak boleh donor darah.
Kondisi ini bisa membahayakan penerima darah dan memperburuk kesehatan pendonor sendiri.
Mengetahui siapa saja yang tidak boleh donor darah penting untuk menjaga keselamatan bersama. Jika kamu ragu, konsultasikan dulu dengan petugas medis atau dokter sebelum mendonorkan darah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: