7 Pemicu Kanker Lambung yang Sering Disepelekan, Waspadai Sejak Dini!
Ilustrasi gejala kanker lambung yang sering dianggap sepele-Freepik/ diana.grytsku-
Merokok bukan cuma merusak paru-paru, tapi juga bisa meningkatkan risiko kanker lambung hingga dua kali lipat.
Zat kimia dalam asap rokok dapat merusak dinding lambung dan mempercepat pertumbuhan sel abnormal. Risiko ini akan semakin tinggi pada perokok berat yang mengonsumsi rokok setiap hari.
3. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Minum alkohol secara rutin dalam jumlah banyak dapat mengiritasi lapisan lambung. Alkohol juga bisa memperburuk efek senyawa karsinogen dari makanan olahan atau asap rokok.
Bagi yang gemar minum lebih dari tiga gelas sehari, risikonya meningkat secara signifikan.
4. Berat Badan Berlebih dan Obesitas
Kelebihan berat badan, terutama di area perut, dapat meningkatkan risiko kanker kardia, yaitu kanker yang berkembang di bagian atas lambung, dekat kerongkongan.
Lemak berlebih dapat memicu peradangan kronis serta mengganggu fungsi normal pencernaan.
BACA JUGA:8 Khasiat Jahe Merah yang Baik untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Dapat Kurangi Risiko Kanker
BACA JUGA:Bahaya Kanker Usus Besar: Penyakit yang Mengintai dari Konsumsi Minuman Manis
5. Pola Makan yang Tidak Seimbang
Kebiasaan makan makanan tinggi garam, olahan, atau daging panggang ternyata juga punya dampak besar.
Senyawa nitrit dan amina dalam makanan olahan bisa berubah menjadi zat karsinogen yang merusak jaringan lambung.
Sebaliknya, memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan tinggi antioksidan bisa membantu menurunkan risiko kanker.
6. Riwayat Operasi Lambung
Orang yang pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian lambung untuk mengobati tukak atau penyakit lain, cenderung lebih berisiko mengalami kanker di kemudian hari.
Hal ini terjadi karena produksi asam lambung menurun, sehingga bakteri berbahaya lebih mudah tumbuh dan menyebabkan iritasi kronis.
7. Jenis Polip Tertentu di Lambung
Tidak semua polip berbahaya, tapi polip jenis adenoma bisa berkembang menjadi kanker jika dibiarkan.
Karena itu, pemeriksaan rutin dan deteksi dini penting dilakukan, terutama bagi mereka yang punya riwayat masalah lambung menahun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: