Momen Pengesahan PSHT di Klaten, POLRI: 'Jangan Bikin Malu Nama Komunitas, Tindak Tegas setiap Penyimpangan'

Momen Pengesahan PSHT di Klaten, POLRI: 'Jangan Bikin Malu Nama Komunitas, Tindak Tegas setiap Penyimpangan'

Menjelang pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Klaten, sejumlah imbauan resmi disampaikan oleh panitia dan pihak keamanan guna menjaga kondusivitas dan kenyamanan masyarakat umum.--

Radarpena.co.id, Jakarta - Menjelang pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Klaten, sejumlah imbauan resmi disampaikan oleh panitia dan pihak keamanan guna menjaga kondusivitas dan kenyamanan masyarakat umum.

Acara pengesahan PSHT adalah momen penting dalam tradisi organisasi pencak silat ini. Namun demikian, penting untuk diingat bahwa niat baik tak boleh ternodai oleh tindakan meresahkan seperti konvoi liar, penggunaan knalpot brong, atau atribut provokatif yang justru merugikan citra PSHT di mata masyarakat luas.

 

Untuk itu, panitia bersama aparat kepolisian dan pemerintah daerah mengeluarkan beberapa aturan penting sebagai berikut:

  • Peserta atau calon warga PSHT tidak diperkenankan melakukan konvoi menuju lokasi pengesahan. Sebagai gantinya, transportasi telah disiapkan oleh masing-masing ranting atau rayon.
  • Peserta dilarang membawa bendera, atribut, atau benda lain yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dan mengganggu ketertiban umum.
  • Warga PSHT tanpa undangan tidak diperbolehkan datang ke lokasi acara. Diharapkan tetap berada di rumah dan tidak melakukan konvoi dalam bentuk apa pun.
  • Penggunaan knalpot brong (tidak standar teknis) sangat dilarang karena mengganggu kenyamanan masyarakat dan berpotensi memicu konflik di jalan.

Semua langkah ini dilakukan bukan untuk membatasi semangat persaudaraan, tetapi justru untuk melindungi martabat dan nama baik organisasi PSHT itu sendiri.

Dengan menjaga ketertiban, PSHT menunjukkan bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga ajaran tentang akhlak, disiplin, dan hormat terhadap sesama.

BACA JUGA:Peringatan Neo Japan: Jepang bisa Tolak Akses WNI yang Ingin Kerja di sana karena Dicap Biang Kriminal

BACA JUGA:Budaya Jepang: Mengapa Ketenangan jadi Nomor 1 dalam Kehidupan?

Panitia juga mengajak seluruh calon warga dan pendukung PSHT untuk menjaga marwah organisasi.

Setiap tindakan kita mencerminkan ajaran luhur yang selama ini dijunjung tinggi oleh PSHT, yakni menjadikan manusia yang berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta mau menolong tanpa pamrih.

Pihak keamanan pun menegaskan akan mengambil tindakan tegas jika terdapat pelanggaran terhadap aturan yang telah ditetapkan.

Keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan orang tua juga sangat diperlukan agar kegiatan ini berjalan lancar tanpa insiden.

BACA JUGA:Lima Polisi Jember Dikeroyok Massa PSHT, Satu Polisi Luka Parah

BACA JUGA:Komunitas PSHT Jepang Dirumorkan Rusak Citra Indonesia, Ini salah satu Buktinya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait