Uang Haram Jadi Amal, Prabowo Kucurkan Dana Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Nasional
Uang sitaan korupsi CPO-candra pratama-radarpena.co.id Disway group
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah baru pemanfaatan dana hasil penyitaan negara dari berbagai tindak kejahatan, termasuk korupsi dan narkotika.
Seluruh dana sitaan tersebut, kata Prabowo, tidak akan dibiarkan mengendap di kas negara, melainkan akan dialirkan kembali untuk membiayai pendidikan nasional.
“Pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa. Semua hasil penghematan, semua hasil penyitaan, akan kita investasikan untuk sekolah anak-anak kita,” ujar Prabowo saat menghadiri acara di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
BACA JUGA:Ramalan Shio 30 Oktober 2025: Shio Tikus Penuh Inspirasi, Shio Ular Dapat Energi Positif
Menurut Prabowo, pemerintah kini tengah membangun dan merenovasi berbagai fasilitas pendidikan mulai dari Sekolah Rakyat, sekolah menengah, hingga universitas. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar untuk memperkuat sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.
Sebelumnya, Presiden juga telah menginstruksikan agar Rp13 triliun hasil sitaan dari kasus CPO digunakan untuk menambah kuota beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Apresiasi untuk Polri dalam Pemberantasan Narkoba
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada Polri atas keberhasilan mereka mengungkap jaringan besar kejahatan narkoba sepanjang satu tahun terakhir.
BACA JUGA:Kabar Gembira! Ongkos Naik Haji 2026 Turun Rp2,89 Juta
Presiden bahkan menghadiri langsung pemusnahan barang bukti narkoba seberat 214,84 ton senilai sekitar Rp29,37 triliun di Lapangan Bhayangkara.
Berdasarkan data Polri, sepanjang periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, tercatat:
- 49.306 kasus narkoba berhasil diungkap
- 65.572 tersangka ditangkap
- 1.898 program rehabilitasi berjalan dengan pendekatan restorative justice
Prabowo menyebut para anggota Polri sebagai “pendekar hukum”, garda terdepan yang berjuang menjaga masa depan bangsa dari ancaman korupsi dan narkoba.
“Risiko menjadi pendekar adalah siap dimaki, siap dihujat, tapi tetap berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara,” tegas Prabowo dalam pesannya kepada seluruh jajaran Bhayangkara.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: