Sering Berkeringat Meski Diam? Ini 5 Penyebab Keringat Berlebih yang Harus Diwaspadai
Ilustrasi tubuh berkeringat-Freepik-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Berkeringat biasanya jadi tanda tubuh sedang kerja keras. Entah itu lari pagi, kepanasan di luar ruangan, atau mengerjakan aktivitas fisik intens lainnya.
Tapi pernah gak, kamu duduk diam aja, AC nyala, tapi badan udah basah kuyup sama keringat? Rasanya gak nyaman banget, apalagi kalau terjadi di tengah-tengah pertemuan penting atau kumpul bareng teman.
Keringat berlebih tanpa aktivitas bisa jadi tanda ada sesuatu yang gak beres di tubuh. Gak melulu karena cuaca panas, bisa juga karena faktor medis atau psikologis.
Nah, biar kamu gak terus-terusan bingung dan kepikiran, yuk kenali lima penyebab umum kenapa tubuh bisa ‘banjir’ keringat meski lagi santai-santai aja.
1. Stres dan Kecemasan
Tanpa disadari, pikiran yang tegang bisa bikin tubuh ikut bereaksi. Saat kamu stres atau gelisah, sistem saraf simpatis aktif dan memicu keluarnya keringat, terutama di area ketiak, telapak tangan, dan wajah.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Olahraga Ringan untuk Lansia, Cara Aman Menjaga Kesehatan Jantung Tanpa Risiko
Keringat karena stres ini sering muncul di situasi sosial seperti wawancara kerja, presentasi, atau bahkan saat kamu overthinking sendiri.
Kalau ini sering terjadi, coba mulai dengan teknik pernapasan, meditasi, atau terapi ringan untuk membantu menenangkan pikiran.
2. Tiroid Terlalu Aktif
Hipertiroidisme adalah kondisi di mana kelenjar tiroid bekerja terlalu cepat, menyebabkan metabolisme tubuh melonjak.
Efeknya? Tubuh terasa panas, jantung berdebar, berat badan turun, dan kamu bisa terus berkeringat meski tidak sedang beraktivitas.
Kalau kamu merasa gejala ini familiar, segera konsultasi ke dokter dan lakukan tes darah untuk memastikan kondisi tiroidmu.
3. Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat seperti antidepresan, obat hormon, atau penurun demam dapat memicu keringat berlebih. In karena obat-obatan tersebut bisa memengaruhi sistem saraf atau mengubah cara tubuh mengatur suhu.
Kalau kamu merasa gejala ini muncul setelah mulai konsumsi obat tertentu, bicarakan dengan dokter. Jangan hentikan obat tanpa arahan, ya!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: