Tragis! Balita Hipotermia di Puncak Ungaran, Tim SAR Lakukan Penyelamatan Darurat
Tragis! Balita Hipotermia di Puncak Ungaran, Tim SAR Lakukan Penyelamatan Darurat--
radarpena.co.id - Aksi penyelamatan dramatis mewarnai jalur pendakian Gunung Ungaran, Jawa Tengah, pada Sabtu (11/4). Seorang balita nyaris kehilangan nyawa akibat serangan hipotermia akut setelah cuaca ekstrem menerjang kawasan Puncak Bondolan secara tiba-tiba.
Peristiwa memilukan ini bermula saat satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan balita mereka melakukan pendakian menuju titik tertinggi. Alih-alih mendapatkan rekreasi yang menyenangkan, perjalanan tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat alam menunjukkan sisi beringasnya.
Keluarga tersebut mencapai area puncak sekitar pukul 14.00 WIB di bawah langit yang semula bersahabat. Namun, kondisi atmosfer berubah drastis dalam sekejap. Hujan lebat yang turun bersama angin kencang langsung mengguyur rombongan keluarga tersebut tanpa ampun.
Paparan udara dingin yang ekstrem menyebabkan sang balita terus menangis histeris. Tubuh mungilnya menunjukkan gejala fisik hipotermia yang mengkhawatirkan, mulai dari menggigil hebat hingga penurunan kesadaran. Orang tua korban yang panik segera mencari bantuan kepada pendaki lain serta petugas yang berjaga di sekitar lokasi.
BACA JUGA:Viral! Enda Ungu Ancam Tuntut Haters, Ucapannya Bikin Geger Media Sosial
BACA JUGA:Terungkap! Motif Tak Terduga Pemilik Salon di Lebak Paksa Korban Injak Alquran
Respon Cepat Tim SAR Gabungan
Beruntung, Tim SAR gabungan yang tengah memantau jalur pendakian langsung merespons laporan darurat tersebut. Petugas bergerak cepat memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian guna menstabilkan suhu tubuh korban yang terus merosot.
"Fokus utama kami adalah menaikkan suhu tubuh balita tersebut. Petugas langsung memberikan pertolongan pertama dengan menyelimuti korban dan memberikan penghangat di titik-titik vital," ujar salah satu perwakilan Tim SAR di lokasi kejadian.
Setelah memastikan kondisi balita cukup stabil untuk berpindah tempat, tim memulai proses evakuasi menggunakan teknik tandu darurat. Meskipun harus menghadapi medan yang sangat licin akibat guyuran hujan deras, para petugas tetap memacu langkah agar korban bisa segera mendapatkan perawatan medis yang lebih memadai.
BACA JUGA:Viral! Penonton Konser Hindia Nyaris Adu Jotos, Langsung Damai Begitu Lagu Ini Diputar
BACA JUGA:Apakah KFC Produk Israel? Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Isu Boikot yang Bikin Geger!
Evakuasi Dramatis ke Basecamp Perantunan
Tim SAR mengarahkan proses evakuasi menuju Basecamp Perantunan sebagai titik medis terdekat. Perjuangan menembus jalur pendakian yang basah dan terjal akhirnya membuahkan hasil. Korban berhasil tiba di bawah dalam kondisi sadar, walaupun tubuhnya masih tampak sangat lemas.
Setibanya di basecamp, petugas medis segera memberikan penanganan lanjutan sebelum menyerahkan balita tersebut kembali ke pelukan keluarganya. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi para pendaki agar lebih bijak saat membawa anak kecil ke wilayah dataran tinggi, terutama pada musim penghujan.
Pihak pengelola pendakian kini mengimbau seluruh wisatawan agar selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum beraktivitas di alam bebas demi keselamatan bersama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: