Selain Jepang, Ini 6 Negara dengan Tata Krama Paling Dijunjung Tinggi di Dunia
Diantara negara-negara yang menjunjung tinggi tata krama, nama Indonesia tak termasuk lagi--
India: Campuran Religiusitas dan Tradisi
Tata krama di India sangat dipengaruhi oleh ajaran Hindu dan budaya lokal. Salam "Namaste", penggunaan tangan kanan saat memberikan atau menerima sesuatu, serta tradisi melepas alas kaki sebelum masuk rumah atau tempat ibadah merupakan contoh nyata nilai sopan santun yang dijunjung tinggi. Pepatah India, Atithi Devo Bhava ("tamu adalah Tuhan"), menggambarkan betapa hormatnya masyarakat terhadap orang lain.
Inggris: Etika Formal dan Kesopanan dalam Percakapan
Di Inggris, kesopanan dalam berbahasa dan perilaku sangat penting. Masyarakat terbiasa menggunakan kata “please”, “thank you”, dan “sorry” dalam hampir setiap percakapan. Mengantri dengan tertib, menjaga privasi orang lain, dan bersikap tenang di tempat umum adalah bagian dari tata krama yang dijaga sejak dini.
Turki: Menghormati Tamu dan Orang Tua
Masyarakat Turki dikenal sangat ramah dan hangat terhadap tamu. Salah satu bentuk tata krama unik di Turki adalah mencium tangan orang tua lalu menyentuhkannya ke dahi sebagai bentuk penghormatan. Menolak makanan dari tuan rumah dianggap tidak sopan, dan keramahan dalam menyambut tamu sangat dijunjung tinggi.
BACA JUGA:Pentingnya Pendidikan Tata Krama Bagi Anak: Kesopanan Terabaikan!
BACA JUGA:7 Penyebab Lunturnya Budaya Tata Krama di Kalangan Generasi Muda
Tata Krama sebagai Cerminan Identitas Bangsa
Tata krama bukan sekadar perilaku, melainkan cerminan nilai dan identitas suatu bangsa. Dalam konteks global saat ini, budaya sopan santun tetap relevan dan bahkan menjadi ciri khas yang menarik perhatian wisatawan dunia.
Di tengah modernisasi, negara-negara tersebut mampu menjaga nilai luhur mereka—membuktikan bahwa kesopanan tak pernah lekang oleh zaman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: