10 Negara Paling Tercemar di Dunia: Polusi Udara Tinggi, Indonesia Masuk Daftar
Negara paling tercemar di dunia: Polusi udara tinggi--
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Pencemaran lingkungan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi banyak negara di dunia. Mulai dari polusi udara yang memicu penyakit pernapasan, sampah plastik yang menumpuk di lautan, hingga limbah industri yang mencemari sungai dan tanah.
Menurut data terbaru dari IQAir, Numbeo, dan Yale Environmental Performance Index (EPI) 2024, tercatat 10 negara paling tercemar di dunia dengan tingkat polusi tertinggi.
Tingkat pencemaran ini diukur berdasarkan kualitas udara, pengelolaan limbah, dan kesehatan lingkungan. Menariknya, Indonesia juga termasuk dalam daftar yang diungkap Radarpena. Berikut ulasan lengkapnya.
1. Bangladesh – Indeks Polusi 95,5
Bangladesh menempati posisi pertama dengan kualitas udara terburuk. Emisi pabrik tekstil, kendaraan bermotor tua, dan pembakaran sampah menjadi penyebab utama. Air yang tercemar dan sistem limbah yang buruk menambah parah situasi.
2. Pakistan – Indeks Polusi 94,3
Pakistan menghadapi kabut asap beracun yang kerap melanda kota-kota besar seperti Lahore. Polusi plastik dan limbah perkotaan yang tidak terkelola dengan baik menjadikan udara sulit dihirup dengan aman.
BACA JUGA:
- 10 Negara yang Paling Jarang Dikunjungi Turis, padahal Punya Pesona Alam Menakjubkan
- 10 Negara dengan Tingkat Korupsi Terendah di Dunia, Singapura Jadi Satu-satunya Wakil Asia, Indonesia Kapan?
3. India – Indeks Polusi 91,7
India masih bergelut dengan polusi udara ekstrem. Kota New Delhi kerap diselimuti kabut asap tebal akibat pembakaran limbah pertanian dan emisi kendaraan. Sungai-sungai besar, termasuk Gangga, juga tercemar limbah industri.
4. Nepal – Indeks Polusi 89,6
Nepal, khususnya di ibu kota Kathmandu, menghadapi krisis udara serius. Asap kendaraan, pembakaran sampah, serta tumpukan plastik yang berlebihan menurunkan kualitas lingkungan dan mengancam kesehatan warganya.
5. Chad – Indeks Polusi 88,4
Negara di Afrika Tengah ini mengalami kekurangan air bersih dan kerap diterpa badai debu gurun. Minimnya infrastruktur membuat pengelolaan limbah hampir tidak ada, sehingga polusi menjadi masalah berkepanjangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: