Waspada! Risiko Kesehatan Akibat Makan Berlebihan Saat Lebaran, Ini Kata Ahli Gizi:
Dalam pesannya, ia memperingatkan agar tidak menerapkan istilah "balas dendam" terhadap hidangan Lebaran, karena bisa membahayakan bagi kesehatan.--Freepik
Selain makanan berat, jajanan Lebaran seperti kue kering (nastar, putri salju, kastengel) serta minuman manis juga mengandung kadar gula tinggi. Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes dan obesitas.
“Kue kering seperti nastar, putri salju, dan kastengel cenderung menggunakan mentega serta margarin yang tinggi lemak trans, yang tentunya berbahaya bagi kesehatan,” jelas Aulia.
BACA JUGA:Begini Sejarah dan Tradisi di Balik Opor Ayam Hidangan Khas Lebaran
BACA JUGA:Inspirasi Hidangan Lebaran, Menu Ikan Arsik khas Batak Unik dan Lezat
3. Makanan atau Camilan Tinggi Garam
Acar kuning, kacang asin, kerupuk, hingga mi instan adalah contoh makanan yang tinggi garam dan sering disajikan saat Lebaran.
Mengonsumsi makanan bergaram tinggi dalam jumlah banyak dapat menyebabkan hipertensi, gangguan kardiovaskular, serta retensi cairan yang berujung pada pembengkakan tubuh.
Selain itu, Aulia juga memberikan saran agar tetap bisa memenuhi keutuhan gizi seimbang, yakni dengan memperbanyak minum air putih.
Tidak hanya itu, saran lain yang diberikan olehnya untuk bisa mengatur keseimbangan gizi usai menyantap hidangan Lebaran adalah dengan mengkonsumsi buah dan sayur, serta menjaga pola olahraga.
Menurutnya kebutuhan nutrisi orang berbeda-beda, begitu pula dengan pantangan terhadap suatu makanan atau minuman yang harus diperhatikan sesuaikan dengan kondisi tubuh dari masing-masing orang.
Karena itu, pola makan sebaiknya disesuaikan dengan riwayat kesehatan individu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: