6 Ciri Shalat yang Diganggu Setan, Waspadai agar Ibadahmu Tak Sia-sia
Waktu yang dilarang melaksanakan shalat--Pexels.com/Monstera
Imam Hanafi pernah menganjurkan seseorang yang kehilangan barang untuk salat sepanjang malam. Baru setengah malam, orang itu langsung teringat letak barangnya.
Hal ini menunjukkan bagaimana setan akan mencoba menghentikan kekhusyukan dengan membuat kita ingat hal yang terlupakan saat shalat.
3. Merasa Ragu Apakah Kentut atau Tidak
Setan juga membisikkan rasa ragu, seolah-olah seseorang merasa buang angin saat salat. Rasa ini membuat orang ingin membatalkan salatnya padahal belum pasti.
BACA JUGA:
- 10 Adab Menggunakan Handphone dalam Islam: Bijak dan Penuh Etika Sesuai Syariat
- Mengenal 7 Masjid Tua Ikonik di Jakarta: Jejak Sejarah Islam yang Tak Lekang Zaman
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa jangan membatalkan salat kecuali benar-benar mendengar suara atau mencium bau kentut. Ini menunjukkan bahwa rasa ragu tersebut berasal dari setan dan harus dilawan dengan keyakinan.
4. Tidak Fokus dan Sering Menoleh
Setan mencuri perhatian orang yang salat dengan membuatnya menoleh ke kanan dan kiri, memperhatikan sekitar, atau tergoda melihat notifikasi HP.
Hal ini disebut Rasulullah sebagai “pencurian setan terhadap salat seorang hamba.” Ketidaksungguhan dan ketidakfokusan ini bisa menghilangkan nilai spiritual dalam salat.
5. Shalat Terlalu Cepat dan Tidak Tuma’ninah
Salat yang tergesa-gesa, tidak menyempurnakan ruku dan sujud, termasuk bentuk pencurian dari salat itu sendiri. Rasulullah bahkan menyebut pencurian ini sebagai yang terburuk.
Ketika shalat dilakukan dengan cepat tanpa tuma’ninah (tenang dan penuh kesadaran), maka ibadah tersebut kehilangan makna dan keberkahannya.
6. Wanita yang ke Masjid dengan Wangi-wangian
Setan juga menggoda wanita dengan membuat mereka tampil mencolok saat ke masjid, salah satunya dengan memakai wewangian. Rasulullah melarang wanita mengenakan parfum saat hendak ke masjid karena dapat menimbulkan fitnah.
Ini menunjukkan bahwa godaan setan tidak hanya terjadi dalam bentuk pikiran, tetapi juga dalam penampilan yang bisa merusak kesucian ibadah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: