Sejarah Nuzulul Quran 17 Ramadhan: Perjalanan Wahyu Pertama dan Kekhawatiran Rasulullah
Sejarah Nuzulul Quran -Pixabay-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Selain menjadi bulan puasa, Ramadhan juga menjadi momen turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah SAW, yang dikenal sebagai Nuzulul Quran. Peristiwa ini menjadi awal dari penyampaian ajaran Islam melalui kitab suci Al-Quran.
Sebelum menerima wahyu, Rasulullah merasakan kegelisahan mendalam terhadap kondisi masyarakat Arab yang dipenuhi dengan kebodohan, ketidakadilan, dan penyembahan berhala.
Dalam pencariannya akan kebenaran, Rasulullah sering menyendiri di Gua Hira untuk beribadah dan merenung. Hingga akhirnya, pada malam 17 Ramadhan, wahyu pertama diturunkan melalui perantara Malaikat Jibril.
Lalu, bagaimana sejarah lengkap peristiwa ini? Bagaimana proses turunnya Al-Quran dan apa hikmah yang dapat kita petik darinya? Simak ulasan berikut.
1. Sejarah Nuzulul Quran: Wahyu Pertama yang Menggetarkan
Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya Al-Quran untuk pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Rasulullah tengah berdiam diri di Gua Hira, yang terletak di Jabal Nur, sekitar 6 km dari Mekkah.
BACA JUGA:
- Hukum Berdoa Meminta Seseorang Menjadi Jodoh Kita, Lengkap dengan Doa yang Bisa Diamalkan
- Niat Shalat Lailatul Qadar 2025 dan Tata Caranya, Raih Keutamaan Malam Seribu Bulan
Pada malam 17 Ramadhan, Malaikat Jibril datang membawa wahyu dari Allah SWT dan memerintahkan Rasulullah untuk membaca.
Rasulullah yang belum pernah belajar membaca pun merasa kebingungan. Namun, Malaikat Jibril tetap membimbing beliau hingga akhirnya turun lima ayat pertama dari Surah Al-Alaq:
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan pena, mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-Alaq: 1-5)
Mendapati pengalaman luar biasa ini, Rasulullah kembali ke rumah dengan perasaan takut dan menggigil. Beliau pun menceritakan kejadian tersebut kepada istrinya, Khadijah.
Khadijah kemudian menenangkan Rasulullah dan membawanya kepada Waraqah bin Naufal, seorang pendeta Nasrani yang paham kitab-kitab terdahulu.
Waraqah pun meyakinkan Rasulullah bahwa wahyu tersebut adalah kebenaran dari Allah SWT dan menandakan bahwa beliau adalah nabi terakhir.
2. Proses Turunnya Al-Quran: Dua Periode Penting
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: