Benarkah Perayaan Maulid Nabi Termasuk Bid'ah? Ini Penjelasan Para Ulama
Ilustrasi maulid nabi Muhammad SAW-Freepik-
JAKARTA, RADARPENA.CO.ID - Setiap tanggal 12 Rabiul Awal, umat Islam di berbagai belahan dunia merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah.
Namun, perayaan ini sering memunculkan perdebatan. Sebagian menganggapnya sebagai bid'ah karena tidak dilakukan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, sedangkan yang lain menilai Maulid Nabi adalah ibadah baik yang menjadi bentuk rasa syukur atas kelahiran Rasulullah.
Agar lebih jelas, mari kita bahas pandangan para ulama, sejarah Maulid Nabi, dan makna bid'ah hasanah dalam Islam.
Pandangan Para Ulama tentang Perayaan Maulid Nabi
1. Syekh Jalaluddin As-Suyuthi
Dalam Al-Hawi lil Fatawa, As-Suyuthi menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi yang diisi dengan membaca Al-Quran, kisah keteladanan Rasulullah, sedekah, dan makan bersama tergolong bid'ah hasanah.
BACA JUGA:
- 20 Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 yang Menyentuh Hati, Cocok untuk Status dan Caption!
- 4 Amalan di Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW yang Penuh Keberkahan
Menurutnya, amalan ini berpahala karena menunjukkan rasa cinta dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad saw.
2. Ibnu Hajar al-Haithami
Beliau juga berpendapat bahwa perayaan Maulid Nabi merupakan bid'ah yang baik. Jika dilakukan dengan tujuan mengagungkan Rasulullah, maka pahalanya besar.
"Bid'ah yang baik itu sunnah, begitu juga memperingati hari maulid Rasulullah SAW."
3. Abu Shamah (Guru Imam Nawawi)
Menurutnya, mengadakan Maulid setiap tahun dengan bersedekah, menunjukkan rasa bahagia, dan membantu fakir miskin adalah tanda kecintaan kepada Nabi SAW. sekaligus wujud syukur kepada Allah atas diutusnya beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam.
"Termasuk melakukan hal baru yang baik pada zaman ini adalah melakukan apa yang rutin tiap tahun bertepatan pada hari kelahiran Rasulullah SAW. dengan memberikan sedekah dan kebaikan, menunjukkan rasa gembira dan bahagia. Sesungguhnya itu semua berikut menyantuni fakir miskin adalah tanda kecintaan kepada Rasulullah SAW. dan penghormatan kepada beliau. Begitu juga merupakan bentuk syukur kepada Allah karena mengutus Rasulullah SAW. kepada seluruh alam semesta."
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: